Dari Dapur Tradisional Menuju Pasar Digital, USNI Dorong UMKM Jadi Duta Kuliner Indonesia

Dari Dapur Tradisional Menuju Pasar Digital, USNI Dorong UMKM Jadi Duta Kuliner Indonesia
Peserta pelatihan bisnis dan pemasaran digital pelaku UMKM kuliner di Ciledug, Tangerang, Senin (20/7/2026). (Foto: Humas USNI).

Jakarta – Spektroom : Aroma kue tradisional yang selama ini akrab di lingkungan sekitar kini didorong menembus pasar yang lebih luas melalui teknologi digital. Itulah semangat yang dibawa tim dosen Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) saat memberikan pelatihan bisnis dan pemasaran digital kepada pelaku UMKM kuliner di Ciledug, Tangerang, Senin (20/7/2026).

Bagi para pelaku UMKM, pelatihan ini bukan sekadar belajar memasang iklan di media sosial. Mereka diajak memahami bagaimana produk kuliner lokal dapat dipasarkan secara lebih efektif sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia melalui konsep gastrodiplomasi.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan Meta Ads, mulai dari menentukan target pasar, menyusun anggaran promosi, membangun toko digital, hingga membuat konten pemasaran yang menarik.

Dosen Program Studi Manajemen USNI, Yuli Setiawan, mengatakan digitalisasi menjadi kebutuhan bagi UMKM agar mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing. Menurutnya, teknologi memungkinkan promosi dilakukan secara lebih tepat sasaran sehingga peluang penjualan semakin besar.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan dosen dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, dan Manajemen. Kolaborasi tersebut menggabungkan strategi bisnis, komunikasi digital, dan gastrodiplomasi berbasis kuliner, ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).

Ketua tim PKM, Alessandro Kurniawan Ulung, menilai kuliner tradisional tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan cerita tentang budaya, sejarah, dan kearifan lokal. Karena itu, kemampuan memasarkan produk secara digital perlu dibarengi dengan storytelling agar identitas budaya Indonesia dapat dikenal masyarakat internasional.

Manfaat pelatihan dirasakan langsung oleh peserta.

Ida Widanengsih, pemilik UMKM Idalicious, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pemasaran digital, khususnya penggunaan Meta Ads.

"Pelatihan ini membuat saya semakin memahami bahwa produk kuliner yang kami hasilkan bukan hanya untuk dijual, tetapi juga memiliki potensi menjadi media promosi budaya Indonesia," ujarnya.

Melalui pendampingan ini, USNI berharap UMKM kuliner tidak hanya tumbuh sebagai pelaku usaha yang adaptif terhadap perkembangan digital, tetapi juga mampu menjadi wajah kuliner Indonesia di pasar global.

Berita terkait

Kolaborasi Pemprov DKI-Baznas-Swasta Pulihkan Permukiman Korban Kebakaran, 16 Rumah di Pela Mampang Rampung Direhabilitasi

Kolaborasi Pemprov DKI-Baznas-Swasta Pulihkan Permukiman Korban Kebakaran, 16 Rumah di Pela Mampang Rampung Direhabilitasi

Jakarta – Spektroom : Upaya pemulihan kawasan pascakebakaran di Jalan Bangka III, Pela Mampang, Jakarta Selatan, menunjukkan hasil nyata. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dan PT Malahayati Nusantara Raya berhasil merehabilitasi 16 rumah milik warga terdampak melalui Program Bedah Rumah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno