Trending

Dari Jalanan Penjaringan dan Pluit, 12 PPKS Dibawa ke Panti Sosial untuk Mendapatkan Pembinaan

Dari Jalanan Penjaringan dan Pluit, 12 PPKS Dibawa ke Panti Sosial untuk Mendapatkan Pembinaan
Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dijangkau petugas gabungan saat menyisir sejumlah ruas jalan di Kelurahan Penjaringan dan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026).(Foto: Kominfotik JU).

Jakarta-Spektroom : Sebanyak 12 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dijangkau petugas gabungan saat menyisir sejumlah ruas jalan di Kelurahan Penjaringan dan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026). Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk menjalani pendataan, pembinaan, serta mendapatkan bekal keterampilan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan sosial.

Di balik aktivitas jalanan yang setiap hari dipenuhi kendaraan dan mobilitas warga, penjangkauan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menangani persoalan kesejahteraan sosial di ruang publik. Tidak hanya menyangkut ketertiban lingkungan, penanganan PPKS juga diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada mereka memperoleh pembinaan lebih lanjut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Penjaringan, Selvi Rachmawati, menjelaskan, dari 12 orang yang dijangkau, tujuh di antaranya laki-laki dan lima perempuan.

“Seluruh PPKS yang dijangkau selanjutnya diserahkan kepada petugas Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Jakarta Utara untuk menjalani pendataan dan mendapatkan pembinaan di panti sosial sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Penjangkauan dilakukan di sejumlah titik yang menjadi sasaran petugas. Di Kelurahan Penjaringan, penyisiran berlangsung di Jalan Gedong Panjang dan Jalan Pluit Selatan Raya. Sementara di Kelurahan Pluit, petugas menyasar Jalan Pluit Timur, Jalan Pluit Karang Utara, dan Jalan Pluit Karang Ayu.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 40 personel gabungan dari berbagai unsur, yakni Satpol PP Kecamatan Penjaringan, aparatur Kelurahan Penjaringan dan Pluit, Suku Dinas Perhubungan, Polsek Penjaringan, Koramil Penjaringan, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), serta petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Utara. Kolaborasi lintas instansi ini dilakukan untuk memastikan proses penjangkauan berlangsung tertib dan aman, sekaligus mendukung penanganan lanjutan bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan sosial.

Selvi menegaskan, penjangkauan bukan menjadi akhir dari proses penanganan. Setelah dibawa ke panti sosial, para PPKS akan menjalani tahapan pendataan dan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui proses tersebut, mereka diharapkan memperoleh bekal keterampilan yang dapat mendukung kemandirian dan kehidupan yang lebih baik.
Selain memberikan perhatian terhadap penanganan PPKS, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjaga fungsi ruang publik agar tetap nyaman digunakan masyarakat, termasuk pejalan kaki dan pengguna jalan.

Petugas berharap upaya tersebut dapat meningkatkan ketertiban sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di wilayah Penjaringan dan Pluit.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan kondusif dan aman. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kenyamanan lingkungan agar aktivitas warga dan pengguna jalan tidak terganggu,” katanya.

Penjangkauan ini menjadi bagian dari upaya penanganan persoalan sosial di perkotaan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Di tengah dinamika Jakarta Utara, penanganan PPKS diharapkan tidak berhenti pada penertiban di jalan, tetapi berlanjut melalui pembinaan yang memberikan peluang bagi mereka untuk meningkatkan keterampilan dan menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

Berita terkait

Pembinaan Pembalap Indonesia Jadi Fokus Jelang Final MotoGP Mandalika

Pembinaan Pembalap Indonesia Jadi Fokus Jelang Final MotoGP Mandalika

Lombok Tengah-Spektroom : Persiapan menuju balapan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi teknis sirkuit sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan pembalap Indonesia. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, dan Direktur Operasi Indonesia Tourism Development

Marsam Putrangga, Julianto