Dari Laut ke Meja Makan Upaya Jaga Kepercayaan Konsumen
Pontianak - Spektroom :Sepiring ikan yang tersaji hangat di meja makan sering kali hanya dipandang sebagai lauk yang menyehatkan. Namun, di balik sajian tersebut terdapat rangkaian proses panjang yang menentukan apakah produk itu benar-benar aman dikonsumsi.
Dari nelayan yang melaut, pelaku usaha yang mengolah, hingga distributor yang menyalurkan, setiap mata rantai membutuhkan pengawasan agar mutu dan keamanannya tetap terjaga.
Kesadaran pentingnya perlindungan konsumen itulah yang mendorong Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat sinergi pengawasan pangan di Indonesia.
Komitmen tersebut ditindaklanjuti di daerah melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Badan Mutu KKP Pontianak dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak, Kamis (08/10/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengawasan yang lebih terintegrasi terhadap produk hasil kelautan dan perikanan yang beredar di masyarakat.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat dan berkualitas, pengawasan tidak lagi sekadar soal memenuhi aturan. Lebih dari itu, pengawasan menjadi benteng pertama untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk yang mereka konsumsi setiap hari.
Kepala Badan Mutu KKP Pontianak, Slamet Andriyanto, mengatakan pengawasan mutu dan keamanan pangan hasil perikanan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci untuk memastikan produk yang beredar benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan. Sinergi ini merupakan komitmen bersama untuk memperkuat pengawasan mutu dan keamanan pangan hasil kelautan dan perikanan.
Melalui koordinasi dan kolaborasi yang semakin baik, kami ingin memastikan produk perikanan yang beredar di masyarakat aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga memperkuat koordinasi dalam pertukaran data dan informasi, pelaksanaan pengawasan di lapangan, serta penanganan apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian mutu maupun keamanan pangan.
Kolaborasi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan mendorong kepatuhan pelaku usaha terhadap berbagai persyaratan yang berlaku.
Bagi Kalimantan Barat yang memiliki potensi perikanan cukup besar, pengawasan yang efektif menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing produk sekaligus melindungi konsumen.
Produk yang terjamin mutu dan keamanannya tidak hanya memberi rasa aman bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.
Di ujung rantai pengawasan itu, yang ingin dijaga sesungguhnya adalah hal sederhana: kepercayaan masyarakat.
Setiap produk perikanan yang aman dan bermutu bukan hanya soal kualitas pangan, melainkan juga tentang jaminan apa yang tersaji di meja makan keluarga telah melewati proses pengawasan yang dapat dipercaya.