Trending

Dari Masker Hingga Modal Usaha, Upaya Fairid Naparin Jaga Nafas Ekonomi Pasar Besar

Dari Masker Hingga Modal Usaha, Upaya Fairid Naparin Jaga Nafas Ekonomi Pasar Besar
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin kunjungi pasar besar Sabtu malam. (Foto: Media Center Kota Palangkaraya).

Palangka Raya-Spektroom: Kabut asap bukan hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga membuat aktivitas ekonomi pedagang Pasar Besar Palangka Raya ikut terengah-engah. Ketika warga enggan keluar rumah dan jumlah pembeli menurun, pedagang harus menghadapi dua persoalan sekaligus: menjaga kesehatan dan mempertahankan penghasilan.

Situasi tersebut tergambar dari kesaksian Sakrani, salah seorang pedagang di Pasar Besar, setelah menerima bantuan masker dan susu dari Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Sabtu (10/10/2026) malam.

Sakrani mengungkapkan, kabut asap membuat pasar semakin sepi karena masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Kondisi itu berdampak langsung terhadap kegiatan jual beli yang menjadi sumber penghidupan pedagang.

“Kami sangat berharap pemerintah dapat segera mengatasi masalah bencana asap ini agar kondisi bisa cepat kembali normal seperti biasa,” ungkap Sakrani.

Keluhan tersebut menjadi gambaran bahwa penanganan dampak kabut asap tidak cukup hanya berfokus pada kesehatan. Ketika pembeli berkurang, upaya menjaga keberlangsungan usaha juga menjadi kebutuhan mendesak bagi pedagang kecil.

Dalam kunjungannya ke kawasan jalan Ahmad Yani itu, Fairid menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya menyalurkan sekitar 1.000 paket bantuan berupa masker dan susu kepada pedagang serta masyarakat sekitar. Bantuan tersebut merupakan bagian dari respons terhadap dampak kabut asap yang melanda wilayah setempat.

Menurut Fairid, pembagian bantuan kesehatan akan terus dilanjutkan melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Namun, perhatian pemerintah tidak berhenti pada bantuan kesehatan. Pemkot Palangka Raya juga menyosialisasikan program kredit modal usaha tanpa bunga atau 0 persen bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui kerja sama dengan Bank Kalteng.

Program ini diharapkan membuka peluang bagi pedagang untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha, terutama ketika aktivitas ekonomi menghadapi tekanan akibat kondisi lingkungan.

Fairid menjelaskan, mekanisme pengajuan dirancang agar mudah diakses. Pedagang dapat mendaftarkan diri melalui pengurus pasar, kemudian data diteruskan ke pihak kecamatan sebelum diverifikasi oleh Bank Kalteng.

Persyaratan yang disiapkan meliputi KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Bagi pedagang yang belum memiliki NIB, pemerintah menyatakan akan membantu proses pengurusannya.

Meski demikian, akses permodalan masih menghadapi kendala, antara lain riwayat tunggakan kredit calon debitur yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Fairid mengatakan, pemerintah akan berkoordinasi dengan OJK, Bank Indonesia, dan Bank Kalteng untuk mencari skema yang memungkinkan pedagang terdampak tetap memperoleh akses pembiayaan.

Pemkot Palangka Raya, lanjutnya, telah menyiapkan anggaran program hingga akhir tahun dan merencanakan alokasi lebih besar pada tahun berikutnya untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.

saat pembagian masker dan susu dari pemko P.Raya.(Foto: Media Center Kota Palangkaraya)

Bagi pedagang Pasar Besar, harapannya sederhana: kabut asap segera berlalu, pembeli kembali berdatangan, dan usaha dapat berjalan normal. Bantuan kesehatan dibutuhkan untuk menghadapi dampak asap, sementara akses modal diharapkan menjadi salah satu penopang agar usaha kecil tetap bertahan.

Dua kebutuhan itu kini bertemu dalam satu persoalan: menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mempertahankan denyut ekonomi warga di tengah kabut asap. (Polin)

Berita terkait