Dari Mimbar HAB ke-80, UIN Maliki Malang Kirim Harapan untuk Mahasiswa Aceh

Dari Mimbar HAB ke-80, UIN Maliki Malang Kirim Harapan untuk Mahasiswa Aceh
Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. H. Basri, MA., Ph.D Menyerahkan bantuan kepada salah satu Mahasiswa asal Aceh

Spektroom - Di tengah khidmatnya peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan makna peringatan yang lebih membumi dan menyentuh nurani. Tidak berhenti pada seremoni, kampus hijau ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap bencana alam yang melanda Tanah Air, khususnya musibah tanah longsor dan banjir bandang di Aceh.

Sebagai wujud empati dan tanggung jawab sosial, UIN Maliki Malang mengambil langkah konkret dengan memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Aceh. Kebijakan tersebut diberikan kepada 10 mahasiswa untuk Tahun Akademik 2025–2026, sekaligus menjadi angin segar di tengah situasi sulit yang dihadapi keluarga dan daerah asal mereka akibat bencana.

Penyerahan pembebasan UKT dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan universitas bertepatan dengan upacara peringatan HAB ke-80, Sabtu ( 3/1/2026 )

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. H. Basri, MA., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, MA, Kepala Biro AAKK Dr. Hj. Hidayatus Sholiha, serta Kepala Biro AUPK Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag.

Kepala Biro AUPK UIN Maliki Malang, Dr. Muhtar Hazawawi menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran kampus di tengah kesulitan mahasiswa. Menurutnya, pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena musibah yang menimpa.

“UIN Maliki Malang ingin memastikan para mahasiswa tetap fokus menuntut ilmu tanpa dibebani persoalan biaya, terutama di tengah situasi sulit yang dialami daerah asal mereka,” tegasnya di hadapan peserta upacara.

Kebijakan pembebasan UKT ini menjadi pesan kuat bahwa perguruan tinggi tidak berdiri di menara gading. Kampus hadir sebagai bagian dari solusi, menjembatani nilai keilmuan, kemanusiaan, dan kepedulian sosial.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan universitas dan para mahasiswa penerima pembebasan UKT. Momen sederhana namun sarat makna, menegaskan bahwa kadang bantuan paling berarti bukan soal besarnya angka, melainkan tentang kehadiran di waktu yang paling dibutuhkan.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti