Dari Palangka Raya ke Panggung Eropa, Darung Tingang Angkat Budaya Dayak ke Level Internasional

Dari Palangka Raya ke Panggung Eropa, Darung Tingang Angkat Budaya Dayak ke Level Internasional
Sanggar Seni Budaya Darung Tingang asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mempertontonkan seni tari Topeng Babukung di Bulgaria. (foto:Sofia/KBRI)

Spektroom - Budaya Dayak kembali menembus batas geografis. Sanggar Seni Budaya Darung Tingang asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menunjukkan kemampuannya sebagai seni tradisi lokal yang mampu berperan strategis dalam diplomasi budaya Indonesia di kawasan Eropa Timur, khususnya Bulgaria.

Ketua Sanggar Darung Tingang, Siti Habibah, menilai respons publik dan akademisi Bulgaria sangat positif terhadap pendekatan pembelajaran yang diterapkan.
“Melalui metode partisipatif dan praktik langsung, profesor dan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai nilai filosofis, simbolik, dan sosial yang terkandung dalam Tari Bawi Bahalai,” ujar Siti Habibah, Selasa (10/2/2026).

Melalui keterlibatannya dalam dua agenda budaya bergengsi di Bulgaria, Darung Tingang tidak hanya tampil sebagai kelompok seni, tetapi juga sebagai duta identitas dan nilai budaya Indonesia. Kegiatan tersebut meliputi partisipasi dalam Surva International Festival of Masquerade Games di Kota Pernik serta pelaksanaan workshop tari tradisional Dayak di New Bulgarian University (NBU), Sofia, pada 23–25 Januari 2026.

Kedua agenda ini menjadi bagian dari upaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia dalam mengintensifkan diplomasi publik berbasis budaya. Sasaran yang dijangkau pun berlapis, mulai dari komunitas akademik hingga masyarakat luas Bulgaria.

Workshop tari yang digelar di Department of Theatre and Dance NBU memperkenalkan Tari Bawi Bahalai, tarian tradisional Kalimantan Tengah yang sarat makna kebersamaan dan harmoni manusia dengan alam. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Prof. Anna Pampulova, dosen tari NBU, dan diikuti mahasiswa lintas disiplin.

Tim Sanggar Darung Tingang saat memperkenalkan tari Bawi Bahalai di New Bulgarian University (foto:Sofia/KBRI)

Sementara itu, keikutsertaan Darung Tingang dalam Surva Festival salah satu festival topeng terbesar di Eropa menjadi momen penting eksposur budaya Nusantara. Dalam festival tersebut, Darung Tingang menampilkan Topeng Babukung, tradisi ritual Dayak yang merepresentasikan identitas budaya dan nilai spiritual masyarakat Kalimantan Tengah.

Ia juga menambahkan, antusiasme masyarakat terlihat jelas saat Darung Tingang tampil di Surva Festival 2026. “Apresiasi yang kami terima menunjukkan bahwa seni tradisi Dayak dapat diterima dan dinikmati lintas budaya,” katanya.

Partisipasi Darung Tingang di Bulgaria menegaskan bahwa budaya daerah, ketika dikelola secara konsisten dan didukung pemerintah, mampu naik kelas ke panggung internasional. Budaya Dayak tak lagi hanya menjadi warisan lokal, tetapi tampil sebagai kekuatan diplomasi yang memperkuat citra Indonesia, membuka ruang kerja sama global, dan menjadikan seni sebagai bahasa universal yang menyatukan bangsa-bangsa. (Polin-Septina)

Berita terkait

Presiden Prabowo Subianto Ucapkan Selamat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi

Presiden Prabowo Subianto Ucapkan Selamat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi

Jakarta-Spektroom : Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudara saudara sebangsa dan setanah air, di mana pun engkau berada, Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji bagi Allah Swt. yang telah mempertemukan kita semua dengan hari kemenangan. Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan selamat

Rafles