Trending

Dari Rumah, Ibu-Ibu Bisa Selamatkan Nyawa di Jalan

Dari Rumah, Ibu-Ibu Bisa Selamatkan Nyawa di Jalan
Foto bersama Ketua Yayasan Putri Sejati Dwi Susilowati bersama Pejabat Terkait lainnya usai edukasi kepada ibu-ibu PKK,Ibu Tani dan undangan lainnya,Sabtu(5/9/2026), Foto: Fatmawati

Sleman-Spektroom : Pesan keselamatan berlalu lintas tidak selalu harus dimulai dari jalan raya. Dari rumah, seorang ibu bisa menjadi orang pertama yang mengingatkan anaknya memakai helm, membawa surat izin mengemudi, hingga tidak ugal-ugalan saat berkendara.

Peran inilah yang ingin diperkuat Yayasan Putri Anugrah Sejati bersama Jasa Raharja DIY melalui edukasi keselamatan berkendara dan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan yang berlangsung di The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026), diikuti ratusan anggota PKK, Perempuan Tani, dan Karang Taruna dari Kabupaten Sleman dan Kulon Progo.

Edukasi tersebut menjadi relevan di tengah masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Data Polresta Sleman mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 terdapat 1.998 korban kecelakaan. Sebanyak 102 orang di antaranya meninggal dunia.

Ketua Yayasan Putri Anugrah Sejati, Dwi Susilowati, mengatakan angka tersebut menunjukkan keselamatan berkendara tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian maupun pengguna jalan.

Menurutnya, ibu memiliki peran penting karena berada dekat dengan anggota keluarga, terutama anak-anak yang mulai aktif menggunakan kendaraan bermotor.

“Dengan bekal pengetahuan yang kita berikan, ibu-ibu dapat memberikan pesan dan nasihat kepada keluarganya, terutama anak-anak, untuk tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Pesan keselamatan, lanjut Dwi, bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Pengendara harus memiliki SIM, menggunakan perlengkapan keselamatan dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak.

Selain keselamatan, peserta juga mendapat pemahaman mengenai perlindungan dasar dan mekanisme santunan bagi korban kecelakaan.

Kepala Kanwil Jasa Raharja Provinsi DIY, Teguh Afriyanto, bahkan mengajak ibu-ibu menjadi agen keselamatan lalu lintas di lingkungan masing-masing.

“Bisa dimulai dari yang paling sederhana, yaitu menggunakan helm,” katanya.

Teguh menegaskan keselamatan di jalan membutuhkan kepedulian semua pihak. Menurutnya, sikap saling menghormati dan tidak mengedepankan ego saat berkendara menjadi bagian penting dalam menekan risiko kecelakaan.

Ia juga menjelaskan, dana santunan yang diberikan kepada korban kecelakaan bersumber dari dana yang dihimpun melalui pembayaran pajak kendaraan di Samsat.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Totok Hedi menilai cara seseorang berkendara mencerminkan budaya masyarakat.
Ia mengkritik masih banyak pengguna jalan yang mengabaikan sikap saling menghormati.

“Kita sudah kehilangan cara menghormati orang lain melalui cara berkendara berlalu lintas,” ujarnya.

Menurut Totok, perubahan kultur dan kebiasaan berlalu lintas harus dimulai dari kesadaran masing-masing. Edukasi kepada keluarga dan lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun budaya keselamatan di jalan.

Berita terkait

Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan operasi yustisi massal untuk menindak warga maupun pelaku usaha yang masih membuang sampah sembarangan. Penindakan akan dilakukan serentak dengan melibatkan aparat lintas sektor, menyasar 94 titik pembuangan sampah liar yang tersebar di seluruh kecamatan. Langkah tersebut dilakukan menyusul pemberlakuan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor

Bian Pamungkas
Unimal Bandarlampung Mewisuda 1.140 Lulusan Jenjang Pendidikan Diploma, Profesi, Sarjana dan Magister

Unimal Bandarlampung Mewisuda 1.140 Lulusan Jenjang Pendidikan Diploma, Profesi, Sarjana dan Magister

Bandarlampung Spektroom : Universitas Malahayati (Unimal) Bandarlampung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Prosesi Wisuda Periode ke-41 Tahun 2026, dalam Rapat Senat Terbuka, berlangsung di Graha Bintang, Sabtu (7/11/2026). Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam melepas para lulusan yang telah

Anggoro AP