Dari Usia 21 Hingga 84 Tahun, JCH Kota Bukittinggi Berangkat Haji 1447 Hijriah
Bukittinggi-Spektroom : Sebanyak 255 jemaah haji asal Kota Bukittinggi yang tergabung dalam Kloter VII gelombang pertama musim haji 1447 Hijriah / 2026 Masehi resmi dilepas keberangkatannya Kamis, 23 April 2026.
Prosesi pelepasan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi di Jalan Perwira, Belakang Balok.
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, H. M. Ramlan Nurmatias, SH, didampingi Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi Misra Elfi, Kepala Kantor Kemenag Kota Bukittinggi H. Eri Iswandi.,MA, serta unsur Forkopimda seperti Danramil 01 Bukittinggi, Ketua Pengadilan Agama, dan Kasat Binmas Polresta Bukittinggi.
Dari total jemaah yang diberangkatkan, tercatat Andrea Puti Lenggogeni 21 Tahu mahasiswi Universitas Andalas, sebagai jemaah termuda perempuan, sementara jemaah termuda laki-laki adalah Muhammad Kareem 23 Tahun
Untuk jemaah tertua perempuan, Rohani (84) asal Tembok Bukittinggi, dan jemaah tertua laki-laki Wahilwan (80 tahun 9 bulan) asal Jambak Sianok, yang terakhir diketahui bekerja sebagai Kepala Sekolah SDN 01 Sungai Jariang.
Secara keseluruhan, Kloter VII berjumlah 393 jemaah, yang juga tergabung dengan jemaah dari Kota Pariaman.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bukittinghi H.M Ramlan Nurmatias, SH Datuak Nan Basa menyampaikan harapan agar kuota haji untuk Kota Bukittinggi dapat meningkat pada tahun mendatang.
“Saya berharap kuota haji Bukittinggi bisa bertambah, sehingga ke depan 300 jemaah dapat diberangkatkan. Yang paling penting dalam berhaji adalah niat yang tulus,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya selama menjabat sebagai wali kota untuk menggratiskan biaya pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi, Misra Elfi, menyebutkan bahwa terbentuknya kementerian tersebut menjadi sebuah berkah sekaligus tantangan dalam meningkatkan pelayanan kepada jemaah.
Salah seorang jemaah tertua, Rohani 84 Tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual Saka (gula merah terbuat dari tebu) dan ahli sebagai tukang urut, mengungkapkan rasa syukurnya dapat berangkat ke Tanah Suci Makkah Al Mukkaramah setelah menunggu cukup lama. Ia berangkat didampingi putrinya yang menggantikan peran mahram.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh jemaah serta tamu undangan,
Sebagai bentuk dukungan dan harapan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. (Rita)