Dawet Telasih Legendaris Pasar Gede Solo, Diburu Wisatawan
Spektroom - Tak lengkap rasanya ke Pasar Gede Solo jika belum mencicipi Dawet Telasih. Minuman legendaris ini telah menjadi ikon kuliner Kota Solo yang selalu dicari para wisatawan, karena dikenal memiliki cita rasa khas dan segar.
Keistimewaan dawet ini, merupakan perpaduan rasa manis gula jawa, gurih santan, wangi daun pandan dan irisan nangka, serta butiran telasih, cendol dawet, tape ketan, jenang sungsum dan ketam hitam. Racikan dawet warisan turun temurun ini asli dan selalu terjaga autentiknya.
Pada musim liburan akhir tahun inipun, dawet telasih di Pasar Gede juga menjadi incaran pengunjung. Mereka kebanyakan berasal dari luar kota yang sedang berwisata atau jalan-jalan kulineran di kota Bengawan ini.
“Iya, saya lagi liburan di Yogya dan Solo. Ini sengaja mampir ke Pasar Gede karena disini banyak dijual berbagai makanan yang enak dan jadul. Termasuk dawet telasih ini ya,” ungkap Rika, warga Bogor yang sedang menikmati liburan akhir tahun, kepada Spektroom, Kamis (25/12/2025).
Rika ibu rumah tangga bersama keluarganya sengaja menikmati dawet telasih, sekaligus nostalgia, karena saat kanak-kanak dulu pernah diajak orangtuanya jalan-jalan ke Pasar Gede Solo.
Menurutnya dawet di Pasar Gede Solo memang khas, rasanya manis, seger sekaligus mengenyangkan. Sebab dawet ini isinya sangat lengkap, dengan ciri khas butiran telasih.
“Manis, seger dan kenyang juga, karena isi dawetnya lengkap. Iya kami tinggal di Bogor, orangtua juga di Bogor, kebetulan beliau berasal dari Solo. Jadi ini lagi menikmati kulineran yang ngangenin, enak-enak semua,” ujarnya.
Dari pengamatan Spektroom, cukup banyak wisatawan yang ingin menikmati dawet telasih. Sehingga mereka harus rela antri bahkan harus berdiri saat menikmati sesendok demi sesendok dawet dari mangkuk yang mereka pegang.
Tempat jualan dawet telasih ini sederhana, berada di los pasar tradisional. Penjual duduk menghadap sejumlah baskom dan panci, berisi dawet, juruh (gula jawa yang dicairkan), santan, jenang sungsum, ketan hitam, telasih dan nangka serta termos es batu. Tepat didepannya ada sejumlah bangku sederhana untuk pembeli.
Karena cukup ramai, salah seorang penjual dawet telasih Pasar Gede Solo, Hj Sipon juga mengerahkan dua anaknya serta seorang pekerja untuk membantu melayani pembeli.
Bagi Hj Sipon, kesibukan melayani pembeli yang kebanyakan para wisatawan, adalah hal yang selalu terjadi setiap musim liburan maupun akhir pekan. Karena dawet telasih pasar gede ini memang banyak yang suka, bahkan di hari-hari biasa juga sering datang rombongan wisatawan yang kulineran di kota Solo. Ia pun tetap menjaga kualitas layanan dan cita rasa dawet yang dijual, agar pembeli merasa senang dan puas.
“Kami tetap menjaga kualitas. Dawet ini resep tradisional turun-temurun, dengan menggunakan bahan baku yang terbaik. Gulanya asli gula jawa tanpa pemanis buatan,” kata Hj Sipon.
Dawet telasih Pasar Gede Solo memang legendaris. Keberadaannya sudah cukup lama, sejak puluhan tahun silam. Karena cita rasanya yang autentik dengan suasana unik pasar tradisional ditengah kota, maka banyak yang mereview jajanan tradisional ini di berbagai media online maupun media sosial.
Jam buka dawet telasih Pasar Gede Solo ini dilakukan sejak pagi sekitar pukul 07.00 sampai sore pukul 17.00. Harga semangkuk dawet telasih, Rp 10.000.
Ada beberapa penjual dawet telasih di Pasar Gede Solo, baik di bagian pintu masuk utara maupun los tengah, di bagian makanan dan oleh-oleh khas. (Ciptati Handayani)