Deteksi Dini dan Pemanfaatan Faskes Jadi Sorotan pada HKN ke-61 di Palangka Raya

Deteksi Dini dan Pemanfaatan Faskes Jadi Sorotan pada HKN ke-61 di Palangka Raya
Plt Kepala Dinkes Palangka Raya, Riduan. (dok humas MCPRaya)

Spektroom - Peringatan HKN ke-61 di Palangka Raya dimanfaatkan Dinkes setempat untuk mendorong warga lebih aktif melakukan deteksi dini dan memanfaatkan faskes terdekat. Momentum ini juga menyoroti meningkatnya kepesertaan kartu sehat sebagai tanda kesadaran perlahan naik.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang jatuh setiap 12 November kembali dijadikan ajang penguatan kesadaran publik oleh Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Plt Kepala Dinkes, Riduan, menegaskan bahwa tahun ini pemerintah kota mengarahkan fokus pada pentingnya deteksi dini penyakit dan pemanfaatan fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

“HKN ke-61 di lingkup Kota Palangka Raya menggelar berbagai kegiatan. Termasuk menjadi momen pentingnya deteksi dini penyakit dan pemanfaatan fasilitas faskes,” kata Riduan, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan HKN tahun ini meliputi pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas, skrining penyakit tidak menular, kampanye perilaku hidup sehat, serta edukasi penggunaan layanan kesehatan berbasis komunitas. Semua diarahkan agar warga tak lagi menunggu sakit parah sebelum datang ke tenaga kesehatan.

Pemeriksaan timbang dan tinggi badan bagi santri di balai panti Berkah Palangka Raya (dokhumas Berkah)

“Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah dan sulit diobati. Dengan pemeriksaan rutin, masyarakat bisa mengetahui kondisi lebih awal dan mengambil langkah pencegahan atau pengobatan yang diperlukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu memanfaatkan faskes terdekat—puskesmas, klinik pratama, hingga rumah sakit daerah—karena di situlah layanan dasar yang paling mudah dijangkau tersedia.
“Faskes adalah garda terdepan. Dengan memanfaatkannya, masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau,” tegas Riduan.

Pemeriksaan Kesehatan gratis bagi para guru dan pengasuh di panti asuhan Berkah (dok humas Berkah)

Kartu Sehat Jadi Indikator Kesadaran. Meski Dinkes belum merilis survei tingkat kesadaran kesehatan tahun 2025, Riduan menyampaikan gambaran lain yang bisa dibaca sebagai indikator. Hingga Oktober 2025, tercatat 145.320 warga Kota Palangka Raya telah terdaftar sebagai peserta kartu sehat daerah, atau sekitar 82 persen dari total penduduk sasaran. Angka ini naik tipis dibanding tahun sebelumnya.

“Kepesertaan kartu sehat menunjukkan kesadaran untuk terhubung dengan layanan kesehatan mulai meningkat, meski belum merata,” ujarnya.

Dinkes sendiri terus memperbaiki akses pelayanan melalui peningkatan sarana-prasarana faskes, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, dan perluasan jangkauan layanan di wilayah pinggiran.

“Melalui peringatan HKN ke-61 ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Kota Palangka Raya yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Adapun cara daftar Kartu Sehat, warga cukup membawa KTP, KK, dan mengisi formulir di puskesmas terdekat atau layanan online Dinkes. Proses verifikasi biasanya selesai dalam beberapa hari. (Polin/ndk)

Berita terkait