Di Tengah Banjir dan Longsor, PLN Berjuang Menyalakan Kembali Purbalingga
Spektroom - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Purbalingga sejak akhir pekan lalu tak hanya membawa banjir dan longsor, tetapi juga memadamkan harapan ratusan warga yang mendadak kehilangan aliran listrik.
Desa Serang dan sejumlah wilayah di sekitarnya menjadi saksi betapa cuaca ekstrem pada Sabtu (24/1/2026) menguji ketangguhan infrastruktur dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Di tengah kondisi medan yang sulit, lumpur tebal, dan material longsor yang menutup akses jalan, PT PLN (Persero) tak tinggal diam. Melalui PLN UP3 Purwokerto, puluhan personel diterjunkan untuk memulihkan jaringan listrik yang rusak akibat banjir dan longsor.
Hingga Selasa (27/1/2026), sekitar 80 persen sistem kelistrikan di wilayah terdampak berhasil dinormalkan secara bertahap.
Desa Blambangan, Gunung Malang, Kaliurip, hingga Serang Bawah mulai kembali terang. Bagi warga, nyala lampu di malam hari bukan sekadar cahaya, melainkan tanda bahwa kehidupan perlahan kembali berjalan.
Namun perjuangan belum usai. Masih ada sekitar 150 pelanggan di Desa Gunung Malang dan sebagian Kaliurip yang menunggu listrik kembali mengalir ke rumah mereka.
Kerusakan yang ditimbulkan bencana tak bisa dianggap ringan.
Sebanyak 10 jaringan tegangan menengah rusak, dua jaringan tegangan rendah ambrol, dan 10 tiang listrik tertimbun longsoran tanah serta terseret arus banjir. Total sekitar 750 pelanggan dan 15 gardu distribusi terdampak, menjadikan proses pemulihan penuh tantangan.
Sebanyak 37 personel gabungan dari tim Pelayanan Teknik, Unit Layanan Pelanggan, UP3, hingga mitra preventif korektif, bekerja tanpa mengenal waktu. Mereka berjibaku di lokasi-lokasi terdampak, mengamankan jaringan, menangani kondisi darurat, dan memperbaiki infrastruktur kelistrikan dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Di balik helm dan rompi kerja, para petugas PLN harus berpacu dengan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat. Setiap tiang yang ditegakkan kembali, setiap kabel yang tersambung, menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali kenyamanan dan keamanan bagi warga.
Pemulihan ini juga tak lepas dari sinergi lintas sektor. PLN berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, BPBD, serta berbagai pihak terkait untuk membuka akses lokasi, mengisolasi titik gangguan, dan memastikan pekerjaan berjalan aman serta terkendali.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi, menegaskan bahwa kehadiran PLN di tengah bencana adalah bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
“Dalam situasi darurat, PLN harus hadir. Kami berupaya secepat mungkin memulihkan pasokan listrik agar aktivitas masyarakat kembali normal,” ujarnya.
Hingga kini, proses pemulihan masih terus berlanjut. Akses menuju beberapa lokasi yang terdampak longsor masih memerlukan penanganan ekstra. Meski demikian, PLN memastikan seluruh pekerjaan perbaikan dilakukan sesuai standar keselamatan dan kualitas.
Sambil menunggu pemulihan total, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan, terutama di wilayah yang masih terdampak banjir dan longsor. Jika menemukan gangguan, warga dapat melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile atau kanal resmi PLN lainnya.
Di tengah gelap yang sempat menyelimuti, perlahan cahaya kembali menyala. Bersama kerja keras para petugas dan sinergi semua pihak, Purbalingga menata langkah untuk bangkit kembali.