Di Tengah Hujan yang Datang Perlahan, Polisi Kalbar Tetap Menjaga Bara tak Menyala
Kubu Raya-Spektroom : Hujan akhirnya turun di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Tetes demi tetes air yang membasahi tanah memberi harapan baru setelah berbulan-bulan masyarakat bergulat dengan kabut asap dan udara yang tak lagi ramah untuk dihirup.
Namun bagi personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalbar yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Aman Nusa, turunnya hujan bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan.
Di tengah cuaca yang mulai berubah, mereka tetap menyusuri lahan gambut, semak belukar, dan kawasan-kawasan yang selama musim kemarau menjadi titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sejak akhir pekan hingga Selasa (29/9/2026), tim melakukan pemantauan intensif dan verifikasi langsung di enam lokasi di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Langkah mereka menembus jalan tanah dan area terbuka bukan tanpa alasan.
Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa bara yang tersembunyi di bawah permukaan gambut dapat kembali menyala ketika pengawasan melemah.
Enam titik yang diperiksa berada di Jalan Angkasa Pura II Desa Teluk Kapuas, Jalan Ayani III Desa Limbung, depan SMAN 4 Desa Limbung, Jalan Objek Laut belakang SDN 5 Desa Limbung, Jalan Parit Seruat, hingga Jalan Wonodadi 2 Gang Sabar Desa Arang Limbung.
Hasilnya memberi kabar baik.
Tidak ditemukan aktivitas pembakaran, asap, maupun bara api. Seluruh lokasi dinyatakan aman dan kondusif.
Kasubdit Gasum Ditsamapta Polda Kalbar AKBP Syarif Eddy mengatakan pengecekan langsung ke lapangan merupakan bagian penting dalam penanganan karhutla berbasis data dan respons cepat.
Menurutnya, setiap indikasi titik panas harus dipastikan kondisinya secara langsung agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Karena itu patroli dan pemantauan akan terus dilakukan meskipun hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi aman.
Di sisi lain, hujan yang mulai mengguyur sejumlah daerah belum sepenuhnya menghapus persoalan kabut asap.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara, beberapa wilayah Kalimantan Barat masih berada pada kategori tidak sehat akibat sisa polutan dari kebakaran yang terjadi sebelumnya.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Di Kalimantan Barat, hujan memang membawa harapan. Namun harapan itu harus dijaga dengan kewaspadaan bersama.
Sebab mencegah api kembali menyala jauh lebih mudah daripada memadamkannya ketika sudah membesar.
Di tengah langit yang mulai mendung, para petugas memastikan satu hal: bara yang pernah mengancam tidak boleh mendapat kesempatan menyala lagi.