Di Tengah Krisis Dokter Spesialis, Untan Membuka Harapan Baru untuk Kalbar

Di Tengah Krisis Dokter Spesialis, Untan Membuka Harapan Baru untuk Kalbar
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Fauzan menyerahkan Surat Keputusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Program Studi Magister Ilmu Farmasi ke Rektor Universitas Tanjungpura Garuda Wiko. Foto : Adpim Pemprov Kalbar.

Pontianak-Spektroom — Di sejumlah rumah sakit daerah di Kalimantan Barat, ruang operasi terkadang harus menunggu lebih lama. Bukan karena alat yang tidak tersedia, melainkan karena keterbatasan dokter spesialis anestesi.

Di beberapa kabupaten, dokter anestesi bahkan datang dan pergi, hanya bertahan beberapa bulan sebelum akhirnya pindah ke kota lain. Situasi itulah yang selama ini menjadi tantangan besar pelayanan kesehatan di Kalbar.

Kini, harapan baru mulai dibuka dari Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Selasa (19/05/2026), Untan resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Program Studi Magister Ilmu Farmasi di sebuah Hotel di Pontianak.

Peluncuran program tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, Fauzan. Bagi banyak tenaga kesehatan di Kalbar, pembukaan PPDS Anestesi bukan sekadar program akademik baru.

Ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak yang selama bertahun-tahun dirasakan rumah sakit di daerah.

“Dokter spesialis anestesi di Kalbar misalnya baru sekitar sepertiga kebutuhan yang terpenuhi,” kata Fauzan.

Ia berharap mahasiswa yang nantinya menempuh pendidikan spesialis di Untan dapat kembali mengabdi ke daerah asal mereka setelah lulus, terutama di wilayah yang masih kekurangan tenaga medis.

Rektor Universitas Tanjungpura, Garuda Wiko, mengatakan kebutuhan dokter anestesi di Kalbar saat ini mencapai lebih dari 100 orang. Namun jumlah yang tersedia baru sekitar 40-an dokter. Kekurangan itu berdampak langsung pada layanan operasi di rumah sakit, terutama di daerah terpencil yang akses kesehatannya masih terbatas.

Cerita serupa disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Untan, Ita Armyanti. Ia menyinggung kondisi di Kabupaten Kapuas Hulu yang hingga kini belum memiliki dokter spesialis anestesi tetap.

“Kalaupun ada, biasanya hanya bertahan paling lama satu tahun,” ujarnya.

Padahal, saat ini hampir seluruh tindakan operasi yang diklaim melalui BPJS Kesehatan wajib melibatkan dokter spesialis anestesi. Ketika tenaga medis terbatas, pelayanan kepada masyarakat ikut terdampak.

Karena itu, pembukaan PPDS Anestesi di Untan dinilai bukan hanya tentang menambah program pendidikan, melainkan juga menghadirkan kesempatan bagi putra-putri daerah untuk menjadi dokter spesialis tanpa harus keluar Kalimantan Barat.

Dalam prosesnya, Untan menggandeng Universitas Sebelas Maret sebagai fakultas kedokteran pembina. Tahun ajaran pertama direncanakan dimulai pada 2026 dengan kuota awal maksimal lima mahasiswa.

Jumlahnya memang belum besar. Namun bagi daerah yang masih kekurangan dokter spesialis, lima orang pertama itu bisa menjadi awal perubahan bagi layanan kesehatan di Kalbar.

Berita terkait

Bawaslu Gowa dan Bawaslu Sulsel ajak Mahasiswa UIN Alauddin perkuat kesadaran politik lewat kuliah tamu kepemiluan

Bawaslu Gowa dan Bawaslu Sulsel ajak Mahasiswa UIN Alauddin perkuat kesadaran politik lewat kuliah tamu kepemiluan

Sungguminasa -Spektroom: Bawaslu Kabupaten Gowa melalui Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan giat Bawaslu Membelajarkan serta Kuliah Tamu Tata Kelola Pemilu dengan tema “Penanganan Pelanggaran Pemilu” bertempat di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Kabupaten Gowa pada Senin (18/06/26). Samsuar Saleh Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan pentingnya

Yahya Patta, Bian Pamungkas
Polda Maluku Pastikan Seleksi Bakomsus Polri 2026 Transparan dan Bebas Intervensi

Polda Maluku Pastikan Seleksi Bakomsus Polri 2026 Transparan dan Bebas Intervensi

Ambon-Spektroom : Polda Maluku kembali menegaskan komitmennya mewujudkan proses rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis melalui pelaksanaan Uji Tes Kompetensi Keahlian (TKK) Aspek Pengetahuan penerimaan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Polri Tahun Anggaran 2026 berbasis Computer Assisted Test (CAT), Selasa (19/5/2026). Pelaksanaan ujian yang berlangsung di Ruang

Eva Moenandar, Julianto
Pelaku UMKM Sudah Ramaikan Kawasan Koperasi Merah Putih Desa Pasekaran, Batang

Pelaku UMKM Sudah Ramaikan Kawasan Koperasi Merah Putih Desa Pasekaran, Batang

Batang-Spektroom: Demi menggerakkan ekonomi desa, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pasekaran, Kabupaten Batang mulai menggandeng pelaku UMKM. Meski belum resmi beroperasi, sejumlah usaha seperti warung kopi dan angkringan sudah lebih dulu hadir untuk meramaikan kawasan koperasi. Kepala Desa Pasekaran, Azizin mengatakan, pembangunan KDMP Pasekaran saat ini terus dimatangkan, mulai dari

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas