Trending

Dibanding Tahun Sebelumnya, Realisasi Belanja APBN 2026 Instansi Vertikal di Lampung Sangat Positif

Dibanding Tahun Sebelumnya, Realisasi Belanja APBN 2026 Instansi Vertikal di Lampung Sangat Positif
Sumber Capture YouTube Kanwil DJPb Provinsi Lampung.

Bandarlampung - Spektroom: Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung menggelar Press Conference APBN KiTa Regional Lampung Realisasi sampai dengan 31 Maret 2026. 


Melalui kegiatan ini, Kanwil DJPb Provinsi Lampung menyampaikan perkembangan terkini kinerja APBN di Provinsi Lampung, meliputi realisasi pendapatan negara, belanja negara, transfer ke daerah dan dana desa (TKDD), serta berbagai isu strategis yang memengaruhi kondisi ekonomi regional Lampung.


Menurut Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung Purwadi Adi Putranto, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dibaca secara utuh.



Karena dalam APBN yang dibelanjakan  instansi vertikal adalah belanja pemerintah pusat,  yang lakukan di daerah khususnya Lampung.



"Belanja itu banyak sekali, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kemudian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Makan Bergizi Gratis (MBG)  serta berbagai subsidi dari pemerintah" terang Adi Putranto dalam konferensi pers APBN KiTa Regional Lampung, di Bandarlampung, Selasa (12/5/2025).

audio-thumbnail
Voice Adi Putranto
0:00
/194.586125

Lebih lanjut Adi Putranto menjelaskan penghitungan APBN 2026 di Provinsi Lampung, sangat positif jika dibandingkan dengan APBN tahun lalu.  Untuk pendapatan negara dari hibah, telah terealisasi 18 % atau Rp. 2,5 triliun dari target Rp. 13,3 triliun.  Sedangkan belanja negara dari Pagu  Rp. 27,6 Triliun  terealisasi 27% atau Rp. 7,7 Triliun.


Hal ini menunjukkan bahwa di Lampung belanja pemerintah, termasuk dana Transfer Ke Daerah (TKD),  belanja negara lebih besar dari pendapatan.

"Bahasa sederhananya, dana APBN yang digelontorkan ke Lampung  termasuk TKD, dibandingkan pajak dan PNBP yang dipungut di Lampung, lebih besar yang dibelanjakan" tandasnya tanpa merinci nominalnya.

Pada bagian lain keterangannya, Adi Putranto juga menjelaskan, jika dianalogikan defisit, kondisi tersebut merupakan defisit yang membawa berkah bagi Lampung.


"Mengapa menjadi berkah? Karena Iuranya hanya 13 triliun namun komitmen Pemerintah pusat harus membelanjakan 27 triliun, namun angka tersebut masih dinamis, terhitung per 31 Maret 2026." katanya di akun YouTube Kanwil DJPb Provinsi Lampung.(@Ng).

Berita terkait

Raja Negeri Rutong Siapkan Penguatan Peran PKK 2027–2030

Raja Negeri Rutong Siapkan Penguatan Peran PKK 2027–2030

Ambon-Spektroom : Pemerintah Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, menyiapkan penguatan peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mulai 2027 hingga 2030. Program tersebut difokuskan pada ketahanan rumah tangga, pengasuhan anak, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Rencana itu disampaikan Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, seusai pembukaan Penilaian Lomba Desa Pelaksana

Eva Moenandar, Buang Supeno
Prof. Aan Eko Widiarto: Penyadapan Presiden Bukan Sekadar Pelanggaran Prosedur, Ada Ancaman terhadap Keamanan Negara

Prof. Aan Eko Widiarto: Penyadapan Presiden Bukan Sekadar Pelanggaran Prosedur, Ada Ancaman terhadap Keamanan Negara

Malang-Spektroom : Dugaan penyadapan terhadap Presiden dan sejumlah pihak tanpa prosedur hukum yang sah bukan perkara sepele. Jika dugaan itu benar melibatkan pucuk pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), persoalannya tidak lagi sebatas pelanggaran etik atau penyalahgunaan kewenangan. Ada ancaman yang lebih serius: penyanderaan kekuasaan presiden melalui penguasaan informasi pribadi, politik,

Buang Supeno