Didorong Oleh Bencana, Kenaikan IPH Tertinggi di Sumatera Terjadi di Kabupaten Nias Utara
Spektroom - Tim Pengendalian Inivlasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Ekubang Bani Ispriyanto, bersama Anggota Forkopimda serta beberapa kepala OPD terkait, mengikuti Rakor TPID, secara Virtual Meeting dari ruang Command Centre (Pusat Kendali Data) Diskominfotik Provinsi Lampung.

Sementara Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2025 yang dirangkai dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah, berlangsung secara luring di Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025).
Direktur Statistik Harga, Badan Pusat Statistik (BPS) Windhiarso Ponco Adi, dalam paparannya menyebutkan, sekedar perbandingan,pada Desember 2024 terjadi inflasi bulanan sebesar 0,44 % dengan andil terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau ini secara konsisten selalu inflasi di bulan Desember dari 4 tahun terakhir.
Dan inflasi tertinggi pernah terjadi di Desember tahun 2021 mencapai 1,61 persen dengan andil 0,41 persen.
"Komoditas yang cukup sering mengalami inflasi di bulan Desember di antaranya adalah komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, juga beberapa komoditas peternakan, seperti telur ayam ras, dan daging ayam ras, beras, serta tomat" ujar Windhiarso merinci.
Meskipun demikian, lanjut Windhi, kondisi di bulan lalu lalu bisa menjadi sinyal kewaspadaan karena tren historisnya terus menunjukkan tekanan inflasi dan akan kembali meningkat di bulan Desember ini.
Selanjutnya, Indeks Perkembangan Harga, (IPH) minggu ketiga Desember 2025, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 19 Desember, tercatat 37 provinsi mengalami kenaikan IPH dan hanya satu provinsi yang mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Untuk Indeks Perkembangan Harga di minggu ketiga Desember berdasarkan data yang kami olah hingga tanggal 19 Desember sesuai data dari SP2KP, 37 Provinsi mengalami kenaikan IPH"ujarnnya lagi.
Komoditas-komoditas yang mendorong kenaikan IPH secara nasional diantaranya adalah cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, dan bawang merah.
"Sedangkan secara nasional jumlah kebupaten kota yang mengalami kenaikan IPH lebih banyak dibandingkan yang mengalami penurunan. Jumlah kenaikan wilayah, jumlah wilayah dengan kenaikan IPH juga bertambah dibandingkan minggu sebelumnya. Ini menunjukkan tekanan harga yang semakin meluas menjelang akhir tahun." terang Windhi.
Untuk Pulau Sumatra, ini juga didorong oleh kejadian bencana di tiga provinsi. Di Pulau Sumatra, kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Nias Utara dengan kenaikan sebesar 13,04 persen. Ini dipicu oleh kenaikan harga daging ayam ras, cabai merah, dan beras.
Sementara di Pulau Jawa, yang tertinggi terjadi di Kabupaten Trenggalek. Dengan IPH sebesar 6,16 persen, dengan komunitas utama penyumbangnya adalah cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras" kata Whindi mengakhiri paparan.(@Ng).