Dinas PMD Raih Juara I Inotek Kab Madiun 2026

Dinas PMD Raih Juara I Inotek Kab Madiun 2026
Pemenang Lomba Inovasi dan Teknologi (Inotek) 2026 Kabupaten Madiun (ft Kominfo)

Madiun - Spektroom : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) berhasil meraih Juara I kategori inovasi daerah pada lomba Inovasi dan Teknologi (Inotek) Kabupaten Madiun 2026. Dalam lomba ini, Dinas PMD Kabupaten Madiun menciptakan inovasi "Transaksi Non Tunai dalam Tata Kelola Keuangan Desa menggunakan CMS-Siskeudes".

Juara II diraih oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan inovasi "Si Lebah Edu: Sistem Learning Dan Bantuan Holistik Education", dan juara III Dinas Kesehatan melalui platform "EMASSA: Edukasi Emergensi Masuk Masyarakat".

Kategori II (Berbasis Website/Mobile Apps/Android) dimenangkan oleh Mahdaviqia Dharmawan dengan inovasi "Pendekar Sawah", sedangkan Kategori III (Bidang Agribisnis, Energi Baru Terbarukan, Sosial Budaya dan Kependudukan) dijuarai oleh Ahmad Latiful Ansor dan Angga Lestiana Putra lewat sistem pengelolaan sampah "V-CIRCULAR 29".

Di kelompok pelajar (Kategori IV), Julia Nabila Karim dan Fatimah sukses menggondol Juara I melalui karya kuliner lokal inovatif bertajuk "Pembuatan 'mocaco cookies'". Penganugerahan Lomba Inotek kabupaten Madiun digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Kampus Caruban, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini melahirkan berbagai terobosan digital yang fokus pada efisiensi pelayanan publik, mulai dari sistem pembayaran pajak digital (e-tax), manajemen sampah, hingga teknologi kesehatan yang mampu mendeteksi dini penyakit TBC hanya melalui analisis suara batuk.

Lomba Inotek 2026 bertujuan memotivasi serta memfasilitasi masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para inovator pada era digital agar mampu menciptakan teknologi solutif. Melalui inovasi digital, pelayanan publik diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, transparan, sekaligus mampu menjawab berbagai permasalahan nyata di daerah serta mendongkrak indeks daerah.

Momentun penganugerahan ini juga menjadi wadah apresiasi untuk memacu kreativitas berkelanjutan dan menegaskan kehadiran pemerintah dalam mendukung sektor pendidikan melalui penyediaan program beasiswa bagi keluarga yang membutuhkan.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyebut seluruh karya pemenang Inotek 2026 selanjutnya melewati kajian hingga hak paten, karena aspek keamanan dan legalitas tetap menjadi prioritas utama.

"Secara teori, inovasi-inovasi ini sangat luar biasa. Namun, karena ini masih baru, mekanismenya kita patenkan lebih dulu. Harus melalui uji coba dan kajian mendalam agar mendapatkan sertifikasi resmi dari pemerintah sebelum benar-benar di-launching ke masyarakat," kata Bupati.

Pemkab Madiun menjadwalkan proses evaluasi ketat dalam 3 bulan ke depan, dan jika seluruh sistem dinyatakan siap setelah penandatanganan implementasi bersama jajaran OPD terkait, inovasi diluncurkan secara massal untuk melayani masyarakat luas.

Berita terkait