Dipercaya Dua Periode, Ki Eko Saputro Kembali Nahkodai PEPADI Kota Batu

Dipercaya Dua Periode, Ki Eko Saputro Kembali Nahkodai PEPADI Kota Batu
Wakil walikota Batu Heli Suyanto membuka Musda Pepadi Batu

Spektroom — Ki Eko Saputro, S.Sn kembali terpilih sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Batu untuk masa bhakti 2026–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) II PEPADI Kota Batu yang digelar di Gedung Bima Sakti Hall Arimbi Selecta, Jumat (26/12/2025). Musda II PEPADI Kota Batu mengusung tema “Winayang Samya Umbuling Ngelmi”, sebuah candra sengkala bermakna tahun 2026 yang mengandung filosofi sinergi bersama untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang luhur sebagai landasan memuliakan seni pedalangan dan merawat keberkahan hidup. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan apresiasi atas kinerja dan capaian PEPADI Kota Batu selama lima tahun terakhir. Ia menilai perkembangan seni pedalangan di Kota Batu semakin terasa dan mendapat ruang di tengah masyarakat. “PEPADI telah berkontribusi besar dalam menjaga eksistensi seni pedalangan. Regenerasi dalang, pengrawit, dan sindhen harus terus diperkuat agar seni tradisi ini tetap hidup dan berkelanjutan,” ujar Heli. Usai terpilih kembali, Ki Eko Saputro, S.Sn menyampaikan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan periode kedua ini akan difokuskan pada penguatan kualitas, regenerasi, serta pengembangan strategi pelestarian seni pedalangan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “PEPADI adalah organisasi profesi seni pedalangan yang menjadi ruang bersama untuk menemukan strategi pengembangan dan pelestarian seni pedalangan. Dari sini, gagasan akan kami implementasikan bersama para dalang dan seniman di tengah masyarakat,” tutur Ki Eko. Menurut Ki Eko, seni pedalangan tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter, tuntunan nilai moral, serta sarana memperkuat identitas budaya daerah. Ia menegaskan bahwa melalui PEPADI, seni pedalangan akan terus didorong agar mampu berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan Kota Batu sebagai kota pariwisata. “Kota Batu memiliki potensi besar sebagai kota pariwisata berbasis budaya. Seni pedalangan melalui PEPADI menjadi salah satu wadah efektif untuk menguatkan identitas budaya sekaligus menjadi daya tarik wisata yang bermartabat,” pungkasnya. Musda II PEPADI Kota Batu dihadiri Ketua PEPADI Jawa Timur Sampurno, anggota DPRD Kota Batu, Ketua PHRI Batu Sujud Pribadi, Direktur Selecta Pramono, serta para seniman dalang, pengrawit, sindhen, ketua paguyuban karawitan, dan pimpinan sanggar pedalangan se-Kota Batu.

Berita terkait