Disaat Banyak Daerah Merayakan Pergantian Tahun , Ribuan Warga Tanggulangin Justru Berkutat Dengan Banjir
Spektroom - Pergantian tahun seharusnya menjadi momen harapan. Namun tidak bagi warga di Empat Desa terdampak Banjir Tanggulangin, Sidoarjo.
Tahun baru datang bersama genangan air yang tak kunjung surut. Sudah lebih dari satu bulan banjir mengurung rumah, merusak perabot, dan perlahan menggerogoti Kesehatan warga tanpa kepastian kapan semua ini akan berakhir.
Air masih menggenang, penyakit mengintai, dan kecemasan kian menebal. Di saat banyak daerah bersiap merayakan Malam Tahun Baru, ribuan warga Tanggulangin justru bersiap menghadapi malam panjang di rumah yang tak lagi layak huni.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan akhirnya bergerak dengan menggandeng Puskesmas Tanggulangin. Tim Krisis Bencana disiapkan untuk menangani kondisi Darurat Kesehatan warga sesuai klaster Kesehatan. Ambulans disiagakan untuk melayani Pengobatan warga terdampak.
Namun pertanyaannya sederhana: mengapa harus menunggu lebih dari satu bulan?
Sementara ancaman Penyakit Kulit , Diare, hingga Infeksi Saluran Pernapasan terus menghantui, upaya penanganan baru terlihat intensif menjelang akhir tahun. Banjir bukan lagi kejutan, tetapi kenyataan yang berulang dan tampak dibiarkan terlalu lama.
Untuk kebutuhan pangan, Pemkab Sidoarjo mengandalkan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Dapur Umum didirikan dan diklaim mampu memproduksi sekitar 9.000 bungkus makanan sehat bagi para pengungsi.
Koordinator Tagana Kabupaten Sidoarjo, Muhamad Idriawan, menyebut Dapur Umum beroperasi tanpa henti.
“Tagana membuka Dapur Umum 24 jam. Nasi bungkus disalurkan tiga kali sehari, pagi jam 7, siang jam 1, dan malam jam 8,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Langkah ini tentu penting, tetapi tak menutup fakta bahwa warga sudah terlalu lama hidup dalam kondisi darurat. Bantuan makanan tidak serta-merta menghapus dampak Psikologis dan Kesehatan akibat genangan air yang tak kunjung pergi.
Camat Tanggulangin, Sabino, menyatakan Pemerintah juga menyediakan Air Bersih serta membangun MCK Darurat untuk menjaga Kesehatan warga.
“Selain Dapur Umum, kami menyediakan Air Bersih dan MCK darurat,” katanya.
Namun, di lapangan, warga masih bergulat dengan Lumpur, Bau Air Kotor, dan keterbatasan Fasilitas. Air Bersih dan MCK darurat hanyalah penyangga sementara bukan solusi atas Banjir yang berlarut-larut. ( Agus Suyono)