Diskominfo Palangka Raya Dorong Literasi Digital, Siswa Diajak Lawan Konten Negatif
Palangka Raya-Spektroom : Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya menggelar Sosialisasi Aman Cerdas di Era Digital di SMP Negeri 13, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menekankan pentingnya kecakapan literasi digital bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Diskominfo melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik, Hendra Surya. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi saja tidak cukup tanpa kemampuan memahami dan mengelola informasi secara bijak.
“Generasi muda saat ini harus mampu menggunakan teknologi untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengomunikasikan informasi dengan kecakapan kognitif maupun teknikal,” ujarnya.
Dirinya menyoroti maraknya konten negatif yang beredar di ruang digital, yang berpotensi merusak pola pikir jika tidak disikapi dengan kritis.
“Banyak informasi negatif yang bertebaran dan itu perlu diantisipasi dengan memiliki kemampuan dalam memilah, memilih dan membaca secara analitik agar mendapatkan informasi yang benar dan valid,” tambahnya.
Hendra berharap kegiatan ini mampu mendorong siswa dan guru menjadi pengguna internet yang lebih cerdas sekaligus produktif dalam menciptakan konten positif.
“Harapannya melalui kegiatan ini, para siswa dan guru sebagai pengguna internet mampu menggunakan internet lebih pintar dan bijak serta bertanggungjawab. Selain itu mampu memproduksi konten konten yang positif untuk diunggah ke media sosial sehingga memberi dampak baik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Untuk hal tersebut, Spektroom minta tanggapan akademisi komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Srie Rosmilawati, bagaimana pandangannya dan apa yang mesti dilakukannya para siswa?
Sebagai akademisi di prodi Ilmu Komunikasi Fisipadkom dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Srie Rosmilawati, M I Kom melihat kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun ketahanan komunikasi digital di kalangan generasi muda.
Sri menyampaikan dalam perspektif ilmu komunikasi, literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi mencakup kemampuan memaknai pesan, menganalisis informasi, hingga memproduksi pesan yang bertanggung jawab.
"Arus informasi di era digital bersifat sangat cepat, masif, dan tidak selalu terverifikasi. Oleh karena itu, siswa saat ini berada dalam ekosistem komunikasi yang disebut high exposure media environment (lingkungan terpaan media tinggi) dan Konten negatif tidak hanya berdampak pada perilaku, tetapi juga membentuk persepsi, opini publik, bahkan identitas diri" ujarnya.
Ia menegaskan literasi digital bisa menjadi bagian dari kompetensi komunikasi kritis yang wajib dimiliki generasi muda.
Menurutnya kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Palangka Raya merupakan bentuk edukasi komunikasi publik yang penting untuk membangun masyarakat yang tidak hanya “melek digital”, tetapi juga “cerdas digital”.
(Polin-Gusti/ndik)