Disporabudpar Jember Siapkan Rekayasa Lalin Menuju Watu Ulo
Jember - Spektroom : Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporabudpar) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengatur arus kunjungan wisatawan di kawasan pantai selatan, khususnya destinasi wisata Watu Ulo. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan rekayasa lalu lintas guna menghindari kemacetan maupun potensi kecelakaan, Rabu (11/03/2026). Kepala Disporabudpar Jember, Bobby Arie Sandy menjelaskan pengaturan lalu lintas menuju kawasan wisata itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Muspika, Ambulans Wuluhan, instansi terkait hingga partisipasi masyarakat setempat. “Rekayasa lalu lintas ini kami siapkan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, terutama pada hari kedua libur panjang. Banyak unsur yang dilibatkan seperti TNI, Polri, Muspika, Ambulans Wuluhan, serta instansi terkait dan masyarakat,” jelas Bobby. Penerapan sistem antrean kendaraan juga dilakukan jika terjadi peningkatan arus wisatawan. Apabila jalur utama mengalami kepadatan, maka pengunjung diarahkan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Bobby menambahkan, kawasan Watu Ulo menjadi salah satu destinasi yang diprioritaskan karena memiliki garis pantai yang panjang serta fasilitas wisata yang semakin berkembang. Selain itu, kepastian harga yang ditawarkan para pelaku usaha di kawasan tersebut juga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Di kawasan itu wisatawan juga dapat menikmati berbagai kuliner laut yang disediakan. Salah satunya adalah paket kuliner seafood yang ditawarkan dengan harga paket mulai sekitar Rp 40 ribu per orang atau Rp 180Rb per paket 4 orang. “Di sana juga ada pusat kuliner seafood yang sudah dikemas dalam paket dengan harga yang jelas. Ini menjadi salah satu daya tarik sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk ikut terlibat dalam pengembangan wisata,” ungkapnya. Selain fokus pada kawasan pantai, Disporabudpar Jember juga melakukan pemantauan terhadap destinasi wisata lain, terutama yang berada di kawasan pegunungan maupun air terjun. Pemantauan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca demi memastikan keselamatan para wisatawan dan bekerja sama dengan BPBD. Bobby juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui media sosial pemerintah daerah terkait kondisi wisata di Jember.