DIY Dipersiapkan Miliki Kodam Baru

DIY Dipersiapkan Miliki Kodam Baru
Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas Mayor Infantri Suwito usai diwawancarai spektroom di ruang kerjanya. (Foto : Fatmawati).

Spektroom Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) tengah melakukan pemekaran organisasi dengan membentuk sejumlah Komando Daerah Militer (Kodam) baru di berbagai provinsi di Indonesia. Salah satu wilayah yang sedang dipersiapkan adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pembentukan Kodam baru ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat postur pertahanan negara, khususnya TNI Angkatan Darat, agar lebih adaptif terhadap dinamika geopolitik, ancaman aktual, serta kebutuhan efektivitas komando di lapangan.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar pemekaran administratif, melainkan penyesuaian struktur organisasi TNI AD secara menyeluruh.

“Pembentukan Kodam baru ini masih dalam tahap kajian, termasuk kajian lahan strategis yang akan digunakan sebagai markas Kodam DIY,” ujar Mayor Inf Suwito saat bincang santai dengan wartawan, Kamis (22/1/2026).

Ia mengungkapkan, jika rencana pendirian Kodam baru di DIY terealisasi, maka Kodam tersebut akan membawahi dua Komando Resor Militer (Korem). Korem wilayah timur akan mencakup Klaten, Wonogiri, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul. Sementara itu, Korem wilayah barat akan membawahi Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Kulon Progo, dan Bantul.

“Untuk Korem wilayah timur, rencananya tetap menggunakan nama Korem Pamungkas. Sedangkan nama Korem wilayah barat masih dalam tahap kajian,” jelasnya.

Terkait rencana lokasi markas Korem wilayah barat, Kapenrem menyebutkan bahwa Kabupaten Purworejo menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. Namun, kemungkinan perubahan tetap terbuka seiring perkembangan kajian pembentukan Kodam baru tersebut.

Mayor Inf Suwito juga menegaskan bahwa nama Kodam yang akan dibentuk tidak serta-merta menggunakan nama Kodam DIY. Penamaan masih dalam tahap pengusulan dan perumusan karena harus memiliki makna historis dan filosofis yang kuat.

“Penentuan nama Kodam, mars, hingga logo tidak bisa sembarangan. Semuanya harus memiliki makna yang relevan dengan wilayahnya,” pungkasnya. (Fatmawati)

Berita terkait

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Jakarta – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa penguatan organisasi bukan hanya penataan jabatan, tetapi bagian dari upaya membangun statecraft, yakni keterampilan dalam mengelola kebijakan negara dan memastikan setiap program berjalan efektif serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Dody Hanggodo saat melantik tujuh pejabat tinggi

Nurana Diah Dhayanti
Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Jambi - Spektroom: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, menggelegar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 bertema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", berlangsung di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Jambi, Sabtu (2/5/2026). Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih dilanjutkan dengan pembacaan teks

Anggoro AP
Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Solo - Spektroom : Merefleksi hari Pendidikan Nasional 2 Mei, bidang pendidikan meski dinilai arahnya mulai tertata dengan perangkat dan regulasi yang semakin pasti, tetapi masih dihadapkan pada catatan kritis dalam pengelolaan manajemen mutu. Diminta tanggapan kondisi pendidikan di Indonesia merefleksi hari pendidikan Pengamat pendidikan dari Universitas Muhamadiyah Surakarta UMS Prof.

Murni Handayani