Dorong Pelayanan Berkualitas Dan Aman, RSD dr Soebandi Gelar Sosialisasi Pengkajian Pasien

Dorong Pelayanan Berkualitas Dan Aman, RSD dr Soebandi Gelar Sosialisasi Pengkajian Pasien
Suasana sosialisasi pengkajian pasien bertempat di Aula Darusy Syifa RSD dr. Soebandi Jember (Foto Budi Spektroom)

Jember-Spektroom : RSD dr. Soebandi Jember menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengkajian Pasien (PP) bertempat di Aula Darusy Syifa RSD dr. Soebandi mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, pada Selasa (31/03/2026)
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai RSD dr. Soebandi Jember yang hadir secara luring maupun daring sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Wadir Pelayanan dan Keperawatan dr. Firah Diyansyah, Sp.B-KBD didampingi oleh Kabid Diklit, Judi Nugroho, S. Kep., Ners.,M.Kes dan Ka. Instalasi Diklit, dr. Bimanda Rizki Nurhidayat, Sp. M., M. Ked. Klin.

dr. Firah Diyansyah, Sp.B-KBD dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengkajian pasien merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pelayanan kesehatan dan harus dilakukan oleh seluruh PPA (Pemberi Pelayanan Asuhan).

“Pengkajian yang baik akan membantu tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi kebutuhan pasien secara tepat sehingga pelayanan yang diberikan menjadi lebih optimal, aman, dan berkualitas,” jelasnya. Selasa (31/03/2026)

Dalam sosialisasi ini disampaikan beberapa materi penting terkait pengkajian pasien, antara lain pengkajian awal IGD dan rawat inap, skrining gizi, asesmen risiko jatuh, pengkajian tambahan populasi khusus, pengkajian ulang dan pengisian CPPT, pelayanan laboratorium, serta pelayanan radiologi. Materi disampaikan oleh narasumber dari berbagai unit pelayanan seperti keperawatan, medis, gizi, laboratorium, dan radiologi.

Kegiatan sosialisasi Pengkajian Pasien (PP) dilatarbelakangi oleh pentingnya pengkajian pasien sebagai salah satu pokja dalam akreditasi rumah sakit. Pengkajian pasien berperan penting dalam mengidentifikasi kebutuhan pelayanan setiap individu yang datang ke rumah sakit, baik di IGD, rawat jalan, maupun rawat inap. Oleh karena itu, diperlukan pedoman pengkajian pasien yang harus dipahami dan dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemberi pelayanan, baik dokter, perawat, ahli gizi, maupun tenaga kesehatan lainnya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh PPA tentang pentingnya pengkajian pasien guna mendukung terselenggaranya layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pelaksanaan pengkajian awal, pengkajian ulang, pelayanan laboratorium, serta pelayanan radiologi di RSD dr. Soebandi Jember.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tenaga kesehatan di RSD dr. Soebandi dapat menerapkan pengkajian pasien secara optimal dan terstandar sehingga mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (budi s)

Berita terkait

BREAKING NEWS: Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026, Warga Pontianak Sempat Antre di SPBU

BREAKING NEWS: Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026, Warga Pontianak Sempat Antre di SPBU

Pontianak-Spektroom : Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 April 2026, merespons kabar yang sempat beredar luas di masyarakat terkait penyesuaian harga akibat lonjakan minyak dunia. Penegasan ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, usai koordinasi dengan PT Pertamina (Persero). Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan arahan

Apolonius Welly, Rafles
Kunjungi Korban Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Gubernur Mualem: Kapolri Harus Memberi Perhatian Khusus

Kunjungi Korban Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Gubernur Mualem: Kapolri Harus Memberi Perhatian Khusus

Jakarta-S0ektroom: Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap seorang warga Kota Langsa yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya. Peristiwa tersebut memicu kemarahan Mualem, terlebih insiden itu terjadi di dalam kantor kepolisian yang seharusnya menjadi tempat perlindungan masyarakat. “Atas nama Gubernur Aceh dan seluruh rakyat Aceh,

Syahril Ahmad