Dosen PBA UIN Malang Dr. Zakiyah Arifa Lolos Program Pakar Bahasa Arab Internasional di Arab Saudi

Dosen PBA UIN Malang Dr. Zakiyah Arifa Lolos Program Pakar Bahasa Arab Internasional di Arab Saudi
Dr. Zakiyah UIN Malang Lolos Program Internasional​

Spektroom- Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh civitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dr. Zakiyah Arifa, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), terpilih sebagai salah satu peserta International Arabic Experts Training Program atau Barnamij Ta’hil Khubaraa’ al-Arabiyah Haula al-Alam, sebuah program pelatihan bergengsi berskala internasional.

Program ini diselenggarakan oleh Majma’ al-Malik Salman al-Alamy li al-Lughah al-Arabiyah (King Salman Global Academy for Arabic Language) dan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 11 Januari hingga 5 Februari 2026.

Dr. Zakiyah Arifa lolos sebagai peserta bersama 24 pakar bahasa Arab dari 18 negara non-penutur Arab di berbagai belahan dunia.

Capaian ini menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kompetensi pengajar bahasa Arab dari Indonesia, khususnya dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan di dua kota besar Arab Saudi, yakni Jeddah yang berpusat di King Abdulaziz University (KAU), serta Riyadh di kantor pusat King Salman Global Academy for Arabic Language.

Program ini dirancang khusus bagi para pengajar berpengalaman untuk berbagi praktik terbaik (sharing experience) sekaligus merumuskan strategi peningkatan kualitas pengajaran bahasa Arab yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global di lembaga pendidikan asal masing-masing peserta.

“Keikutsertaan dalam program ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, karena tidak hanya memperdalam perspektif akademik dalam pengajaran bahasa Arab, tetapi juga membuka ruang kolaborasi internasional dengan para pakar dari berbagai negara,” ujar Dr. Zakiyah Arifa, M.Pd., di sela-sela kegiatan, Selasa ( 27/1/2026).

Selama mengikuti program, para peserta menjalani agenda padat yang memadukan penguatan akademik dan manajerial.

Kegiatan tersebut meliputi workshop intensif bersama pakar bahasa Arab dari King Abdulaziz University, pelatihan kepemimpinan dan pengabdian masyarakat untuk memperkuat peran dosen sebagai agen perubahan, hingga kunjungan akademik ke berbagai fasilitas unggulan KAU.

Fasilitas yang dikunjungi antara lain perpustakaan pusat, unit penerbitan universitas, Ma’had Lughah (Lembaga Bahasa), fakultas bahasa, serta Sport Village sebagai bagian dari pengenalan sistem pendukung pembelajaran modern di perguruan tinggi Arab Saudi.

Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, program ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami kekayaan budaya dan peradaban Arab Saudi.

Kegiatan tersebut meliputi kunjungan ke kawasan Historical Jeddah (Al-Balad) yang masuk dalam situs warisan dunia UNESCO, kunjungan literasi ke Jarir Bookstore dan Nady al-Adab wal Funun untuk eksplorasi khazanah turats, wisata darat (Rihlah Barriyah) dan laut (Bahriyah), serta kunjungan ke berbagai museum di Jeddah, Makkah, Madinah, hingga Riyadh.

Dr. Zakiyah menegaskan, pengalaman dan jejaring internasional yang diperoleh akan menjadi modal penting bagi pengembangan pembelajaran di kampus.

“Ilmu, jejaring, dan praktik terbaik yang saya peroleh selama program ini insyaAllah akan saya implementasikan dalam pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, serta penguatan kualitas lulusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang agar semakin berdaya saing global,” imbuhnya.

Keikutsertaan Dr. Zakiyah Arifa dalam program internasional ini diharapkan memberikan dampak positif bagi penguatan kualitas akademik Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dengan semakin luasnya jejaring global, UIN Malang kian memperkokoh posisinya sebagai destinasi unggulan pendidikan bahasa Arab di tingkat internasional.

Selain itu, partisipasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas dosen PBA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah mendapatkan pengakuan dari lembaga otoritatif bahasa Arab tertinggi di bawah naungan Kerajaan Arab Saudi.(

Berita terkait