Dosen UIN Palangka Raya Nilai Pasar Murah Ramadan untuk Mahasiswa Tepat Sasaran

Dosen UIN Palangka Raya Nilai Pasar Murah Ramadan untuk Mahasiswa Tepat Sasaran
Gubernur Agustiar saat menyampaikan sambutannya: Pasar Murah Bagi Mahasiswa di istana Isen Mulang. (dok.humas Disdik KTG)

Palangka Raya-Spektroom : Pogram pasar murah Ramadan khusus mahasiswa yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendapat tanggapan positif dari kalangan akademisi. Dosen UIN Palangka Raya, Wahyu Akbar menilai kebijakan tersebut relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini dan berpotensi menjadi model program sosial pendidikan di masa mendatang.

Program Pasar Murah untuk Mahasiswa yang dilaksanakan di halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah pada Rabu (11/3) lalu itu menyediakan sekitar 3.000 paket sembako bagi mahasiswa. Kegiatan tersebut digagas pemerintah daerah untuk membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan, hari raya Idul Fitri dan Nyepi terutama bagi mahasiswa yang berasal dari daerah pedalaman atau hidup jauh dari keluarga.

Menurut Wahyu Akbar, kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kelompok mahasiswa yang sering kali menghadapi tekanan ekonomi saat menempuh pendidikan.
“Mahasiswa, khususnya yang merantau dari daerah, memang menghadapi tantangan biaya hidup. Ketika kebutuhan pokok bisa dijangkau dengan harga murah, tentu akan membantu mereka lebih fokus pada studi,” ujarnya kepada Spektroom Sabtu, (14/03/2026).

Wahyu Akbar, S.E.Sy, M.E. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (dok.pribadi)

Ia menilai program ini bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas sosial mahasiswa di daerah.
Dalam pandangannya, pasar murah yang menyasar mahasiswa merupakan pendekatan kebijakan yang jarang dilakukan pemerintah daerah, karena selama ini program serupa lebih banyak ditujukan untuk masyarakat umum.

Karena itu, ia melihat langkah tersebut dapat menjadi contoh atau model kebijakan sosial yang dapat diterapkan secara berkelanjutan, terutama pada momentum tertentu seperti Ramadan atau awal tahun ajaran.
“Jika dikelola secara konsisten dan berbasis data kebutuhan mahasiswa, program ini berpotensi menjadi role model bagi daerah lain dalam mendukung keberlanjutan pendidikan,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa dukungan terhadap mahasiswa tidak selalu harus berupa beasiswa, tetapi bisa dalam bentuk intervensi biaya hidup yang langsung dirasakan manfaat

Sebanyak 3.000 paket sembako disiapkan dalam kegiatan tersebut. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan satu kaleng susu kental manis. Harga normal paket sembako tersebut mencapai sekitar Rp144.750. Namun pemerintah daerah memberikan subsidi sebesar Rp134.750 sehingga mahasiswa hanya perlu menebusnya dengan harga Rp10.000.

Program ini juga diprioritaskan bagi mahasiswa penerima manfaat Beasiswa Satu Rumah Satu Sarjana tahun 2025–2026, mahasiswa asal wilayah pedalaman Kalimantan Tengah, serta mahasiswa yang tinggal di mess pemerintah daerah di Kota Palangka Raya.

Gubernur Agustiar bersama Forkopimda serta para mahasiswa ( dok.humas Disdik KTG)

Pada saat itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa pasar murah tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di daerah. Ia memahami banyak mahasiswa berasal dari daerah terpencil dan harus hidup mandiri jauh dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas.
“Kami ingin hadir membantu meringankan beban mahasiswa agar mereka bisa lebih tenang dan tetap fokus belajar,” katanya.

Wahyu juga menilai bahwa dukungan terhadap mahasiswa tidak selalu harus berupa beasiswa, tetapi bisa dalam bentuk intervensi biaya hidup yang langsung dirasakan manfaatnya. (Polin Rzn)

Berita terkait

Kuansing: LPKJ 2025 Bukti Kerja Bersama Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,31 persen

Kuansing: LPKJ 2025 Bukti Kerja Bersama Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,31 persen

Teluk Kuantab-Spektroom: Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, menegaskan bahwa capaian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kuantan Singingi. Hal itu disampaikannya Bupati, saat menyampaikan pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kuantan

Salman Nurmin