DPRD Bone : Elpiji 3 Kg tidak Langka Menyeluruh
Spektroom : Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Andi Muh. Idris Rahman, angkat bicara mengenai isu kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram yang meresahkan warga. Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan tidak mengalami kelangkaan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Bone.
Berdasarkan pantauan dan koordinasi pihaknya, wilayah Bone bagian barat dipastikan masih dalam kondisi aman.
"Wilayah Barat dipastikan sebagian kecil tidak langka karena pangkalan yang ada menjamin pendistribusian secara merata," ujar Andi Idris, Jumat, (23/1/ 2026)
Meski beberapa titik terpantau aman, Andi Idris memberikan peringatan keras kepada para agen dan pangkalan terkait fluktuasi harga dan distribusi yang tidak merata di wilayah lainnya. Ia memberikan tenggat waktu selama satu pekan agar kondisi pasar kembali kondusif.
"Pokoknya dalam tenggang waktu satu minggu, stok dan harga gas elpiji harus stabil. Kalau tidak stabil, pangkalan harus siap dicopot izinnya," tegas legislator dari DPRD Bone ini.
Andi Idris mensinyalir bahwa lonjakan harga yang dikeluhkan masyarakat bukan berasal dari pangkalan, melainkan ulah para pengecer nakal. Menurutnya, pangkalan memiliki aturan ketat mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak bisa sembarangan menaikkan harga. "Pangkalan itu tidak bisa main harga. Ini yang memainkan harga diduga pengecer," katanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Komisi II DPRD Bone menginstruksikan kepada seluruh pangkalan agar lebih selektif dalam menyalurkan stok gas ke pedagang eceran.
"Kita arahkan pangkalan jangan kasih pengecer berlebihan, supaya pengecer tidak memainkan harga. Fokuskan pada distribusi langsung ke masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.