Dua Tim Peneliti UIN Palangka Raya Lolos Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kemenag 2025
Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, S.HI., M.HI., memberikan apresiasi yang tinggi kepada kedua tim, sehingga UIN mampu mengatasi persoalan di berbagai bidang.
Spektroom - Di ujung Tahun 2025 khabar membanggakan diterima Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya. Dua tim peneliti UIN Palangka Raya dinyatakan lolos dan berhak menerima pendanaan Program Riset Indonesia Bangkit program dari Kementerian Agama Republik Indonesia (The Awakened Indonesia Research Funds Program) Tahun 2025.
Pengumuman kelulusan tersebut tertuang dalam Surat Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Nomor B-5144/SJ/B.X/PB. 04/12/2025 tanggal 30 Desember 2025, yang ditandatangani Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPEMA), Ruchman Basori.

Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, S.HI., M.HI., memberikan apresiasi yang tinggi kepada kedua tim, sehingga UIN mampu mengatasi persoalan di berbagai bidang.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi - tingginya kepada seluruh tim peneliti yang telah berhasil meraih pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama. Ini menjadi bukti bahwa kualitas riset UIN Palangka Raya semakin diakui secara nasional dan mampu menjawab persoalan strategis, baik di bidang teknologi, lingkungan, maupun pengembangan sumber daya lokal,” ujar Rektor, Jum at (2/01/2026).
Rektor menambahkan, capaian ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan budaya riset dan kolaborasi lintas disiplin.
“Kami mendorong agar hasil riset ini tidak berhenti pada publikasi semata, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan visi UIN Palangka Raya sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul dan mendunia,” tegasnya.
Program Riset Indonesia Bangkit merupakan skema pendanaan riset kompetitif diselenggarakan Kementerian Agama RI melalui PUSPEMA, dengan tahapan seleksi ketat, objektif, profesional, dan akuntabel. Proses seleksi meliputi pendaftaran, verifikasi, seleksi administrasi, seleksi substansi, hingga analisis rencana anggaran belanja.
Adapun dua riset UIN Palangka Raya yang berhasil memperoleh pendanaan, pertama berjudul “Development of AI Camera-Equipped Drone System for Targeted Peatland Fire Control and Disaster Mitigation During Extended Dry Seasons in Kalimantan.” Riset ini diketuai Dr. Muhammad Nasir, M.Pd (UIN Palangka Raya) dengan anggota Jhelang Annovasho, M.Si, Zulya Desmita, M.Si, Fitriyani, S.Pd (UIN Palangka Raya), serta Faisal Ashari, S.Pd., M.T. (Universitas Bojonegoro). Penelitian berfokus pada pengembangan teknologi drone berbasis kecerdasan buatan untuk pengendalian kebakaran lahan gambut dan mitigasi bencana di Kalimantan.
Riset kedua berjudul “Bioprospeksi Tumbuhan Melaleuca sp. sebagai Bahan Dasar Minyak Atsiri untuk Pengembangan Produk Supplementary Care Berbasis Sumber Daya Lokal.” Penelitian ini diketuai Dr. Jumrodah, S.Si., M.Pd (UIN Palangka Raya) dengan anggota Dr. Atin Supriatin, M.Pd (UIN Palangka Raya), Dr. Ilah Nurlaelah, S.Pd., M.Si (Universitas Kuningan), Basori, M.Hum, Dr. Egi Agustian, M.Eng, Dr. Tjandrawati, M.Es.Sc (BRIN), serta Dr. Andi Wahyudi, M.Pd (AW Media Center). Riset ini mengangkat potensi kekayaan hayati lokal sebagai basis pengembangan produk kesehatan berbasis riset.
Keberhasilan ini mewujudkan komitmen UIN Palangka Raya dalam memperkuat riset inovatif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan masyarakat, sekaligus berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. (Polin)