Dukungan Pelayanan Kesehatan Jadi Bagian Kesuksesan Rakernas XII JKPI di Kota Ternate
Ternate–Spektroom : Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate telah berakhir ditandai dengan Karnaval dan Pawai Budaya yang sangat meriah dan mendapat dukungan dari masyarakat.
Pada kegiatan Rakernas XII JKPI bukan hanya agenda kegiatan yang sangat padat dengan berbagai kegiatan budaya, gastronomi, olahraga dan berbagai kegiatan masyarakat, namun setiap agenda tidak luput dari kesiapan tim kesehatan yang siaga memastikan peserta, tamu dan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan.
Kesiapan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Ternate dilakukan secara terpadu selama pelaksanaan kegiatan tanggal 26–29 Agustus 2026. Pada sejumlah titik kegiatan disiagakan Tim medis untuk memberikan pelayanan sekaligus mengantisipasi kondisi kesehatan yang dapat terjadi di tengah kepadatan peserta dan masyarakat.
Dalam ajang Rakernas XII JKPI disiagakan 31 tim medis yang terdiri dari 9 dokter, 20 perawat dan 10 pengemudi ambulans, dengan dukungan dari 8 Puskesmas, RSUD Kota Ternate dan PSC 119.
Untuk Pos kesehatan ditempatkan di lebih dari 15 lokasi kegiatan, antara lain Benteng Oranje, Benteng Kastela, Pendopo Wali Kota, Bela Hotel, Aula Banau Unkhair, Lapangan Ngara Lamo Sia-Sio dan pada sejumlah titik strategis lainnya. Dukungan medis juga diberikan pada lebih dari 14 agenda utama, termasuk Master Class, Pasar Malam, Pentas Budaya, Festival Gastronomi, Simposium Internasional, Rakernas, Pameran UMKM, Nusantara Raya Run, Heritage City Tour, Ladies Program hingga Pawai dan Karnaval budaya. Dalam pelaksanaan kegiatan, empat tim medis yang disiagakan pada berbagai titik tersebut mencatat 92 kasus pelayanan kesehatan.
Keluhan yang paling banyak ditangani adalah kontrol dan konsultasi sebanyak 51 kasus, disusul pusing sebanyak 18 kasus, nyeri ulu hati 12 kasus, demam/batuk/pilek 7 kasus serta kecelakaan atau terjatuh sebanyak 4 kasus.
Dari kasus tersebut sebagian besar pasien dapat ditangani langsung di lokasi setelah menjalani pemeriksaan, pemberian obat sesuai indikasi dan observasi. Petugas juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pengendalian tekanan darah, kolesterol dan asam urat, pola makan, istirahat serta pentingnya melakukan kontrol kesehatan secara rutin.
Dalam pelayanan yang diberikan, terdapat sejumlah kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Salah satunya pasien yang mengalami pingsan dan terjatuh, namun kembali sadar saat dipindahkan ke ambulans dan selanjutnya menjalani observasi. Sementara satu kasus dengan kondisi tekanan darah sangat tinggi mendapat rujukan ke RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate untuk penanganan lebih lanjut. Dinas Kesehatan juga dalam pelayanan melakukan langkah preventif melalui pengawasan keamanan pangan (Safety Food Monitoring) selama rangkaian JKPI dan selama kegiatan empat hari tercatat 12 penugasan pengawasan keamanan pangan. Tim melakukan pemeriksaan terhadap 490 item checklist higiene, dengan hasil 488 item atau 99,59 persen berada dalam kategori baik. Hanya terdapat 2 item atau 0,41 persen yang perlu mendapat perhatian, sementara tidak ditemukan item yang berstatus tidak sesuai. Disamping itu petugas juga melakukan 50 pemantauan makanan dan minuman serta pemeriksaan terhadap 77 sampel makanan. Pemeriksaan cepat antara lain mencakup parameter formalin, boraks, Rhodamin B dan Metanil Yellow. Pada pemantauan makanan tercatat ada dua temuan terkait dengan higiene penjamah makanan dan kebersihan area kerja. Salah satu kegiatan makan bersama, petugas masih menemukan penjamah makanan yang tidak menggunakan sarung tangan serta area penanganan makanan yang perlu ditingkatkan kebersihan dan sanitasinya.
Temuan tersebut menjadi bagian dari pengawasan untuk memastikan potensi risiko dapat segera diperbaiki sebelum berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Pelaksanaan dukungan terhadap kegiatan Rakernas XII JKPI di Kota Ternate secara keseluruhan untuk dukungan kesehatan dan pengamanan pangan berjalan lancar. Tidak ditemukan kejadian luar biasa atau wabah selama rangkaian kegiatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma kepada Spektroom, Minggu (30/8/2026) mengatakan bahwa dukungan kesehatan dalam kegiatan Rakernas XII JKPI merupakan bagian penting dari tanggung jawab Pemerintah Kota Ternate sebagai tuan rumah JKPI. Sebuah event dapat berhasil bukan hanya meriah, tetapi juga harus memastikan para peserta, juga tamu dan masyarakat merasa aman dan mendapatkan pelayanan saat dibutuhkan.
Dalam kegiatan ini kolaborasi antara tenaga medis, Puskesmas, RSUD, PSC 119 serta tim kesehatan lingkungan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. “Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah berpartisipasi dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Para tenaga kesehatan mereka tidak selalu terlihat di panggung utama, tetapi selalu berada di belakang layar untuk memastikan kegiatan pelayanan kesehatan selalu siap dan berjalan aman,” ujar dr. Fathiyah.
Hasil pemantauan dan pelayanan kesehatan selama JKPI oleh Dinas Kesehatan Kota Ternate akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan pada kegiatan masyarakat berskala besar.