Efek Libur Bersama, Situasi Pusat Kota Jember dan Kampus Tegalboto Lengang

Efek Libur Bersama, Situasi Pusat Kota Jember dan Kampus Tegalboto Lengang
Suasana lalu lintas pasca libur bersama lebaran 1447 H. (Foto: Budi/Spektroom)

Jember-Spektroom : Suasana pusat Kota Jember dan kawasan Kampus Tegalboto Universitas Jember (UNEJ) terlihat lengang, pada Kamis, (19/032026). Lalu lintas kendaraan yang biasanya padat kini hanya sesekali dilewati mobil dan motor. Jalanan yang dulu macet parah menjelang buka puasa kini terasa sunyi, menyisakan kesan sepi di tengah libur panjang Idul Fitri 2026. Beberapa hari sebelum libur, Dinas Perhubungan Kabupaten Jember sempat memberlakukan Sistem Satu Arah (SSA) di empat ruas utama yaitu Jalan Jawa, Jalan Kalimantan, Jalan Mastrip, dan Jalan Riau. Kebijakan itu diterapkan akibat kemacetan panjang yang terjadi setiap sore menjelang waktu berbuka puasa. Ribuan kendaraan dari berbagai arah memadati kawasan tersebut, menyebabkan antrian mencapai ratusan meter. Kini, kondisi berbalik total. Pengendara yang melintas di Jalan Jawa pagi tadi hanya menghitung jari. “Biasanya jam segini sudah mulai macet, sekarang kosong,” ungkap seorang pengemudi ojek online yang enggan disebut namanya. Hal serupa terlihat di Jalan Kalimantan dan Mastrip. Bahkan di depan Kampus Tegalboto yang biasanya ramai mahasiswa, hanya terlihat beberapa petugas keamanan dan pedagang kecil yang membuka lapak. Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP., M.M., yang dihubungi via WhatsApp menjelaskan penyebab utama kekosongan tersebut. “Libur hari raya Idul Fitri membuat mahasiswa banyak yang pulang ke kampung halaman. Para perantau yang mencari rezeki di Jember juga pada mudik. Itu sebabnya jalan-jalan terasa lengang dan lalu lintas kendaraan tampak sepi,” kata Deni. Menurut data Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, volume kendaraan di ruas-ruas tersebut turun drastis hingga 70 persen dibandingkan hari-hari biasa sebelum libur. Polisi lalu lintas juga tidak lagi menerapkan pengalihan arus karena tidak ada kemacetan signifikan. Di kawasan Tegalboto, pintu gerbang kampus terlihat sepi. Hanya mahasiswa asal luar negeri dan luar pulau yang masih tinggal di kos-kosan terlihat beraktivitas ringan. Warga setempat mengaku menikmati suasana ini. “Jarang-jarang Jember selepas, biasanya selalu ramai,” kata seorang pedagang di Jalan Riau. Meski demikian, mereka berharap aktivitas normal segera pulih setelah libur selesai agar perekonomian kembali bergeliat. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember Gatot Triono menyatakan akan terus memantau kondisi lalu lintas selama masa libur panjang. Jika arus balik mudik mulai ramai, SSA kemungkinan akan diberlakukan kembali. Gatot Triono menambahkan, kami berharap libur ini membawa berkah bagi semua, dan warga yang mudik selamat sampai tujuan. Gatot menjelaskan, situasi lengang ini menjadi ciri khas libur Idul Fitri di daerah-daerah pendidikan seperti Jember. “Ribuan mahasiswa dan pekerja migran yang biasanya memenuhi kota kini kembali ke kampung, meninggalkan jalanan kosong dan suasana tenang yang jarang terjadi di hari-hari biasa,” pungkasnya. (Budi S)

Berita terkait