Ekonomi Jateng Tumbuh 5,84 Persen, Investasi Beri Kontribusi Terbesar
Semarang-Spektroom : Perekonomian Jawa Tengah menunjukkan kinerja positif pada triwulan I tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,84 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 4,87 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, Jumat (26/6/2026), di Semarang mengatakan, capaian tersebut didukung hampir seluruh komponen pembentuk produk domestik regional bruto (PDRB) yang mengalami pertumbuhan positif.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi Jawa Tengah yang tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.
Konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar aktivitas ekonomi dengan kontribusi sekitar 60 persen terhadap struktur ekonomi daerah.
Pada triwulan pertama tahun ini, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,08 persen, didorong meningkatnya belanja masyarakat selama libur Tahun Baru, Imlek, hingga Idulfitri.
Namun demikian, investasi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 9,61 persen, didukung tingginya realisasi investasi pada berbagai sektor. Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Tengah.
Pertumbuhan investasi juga mendorong sektor konstruksi mencatat kenaikan tertinggi, yakni 11,91 persen. Aktivitas pembangunan kawasan industri, proyek infrastruktur, serta sejumlah Proyek Strategis Nasional menjadi faktor pendorong utama.
Selain konstruksi, sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 14,14 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan.
Sementara itu, industri pengolahan yang menjadi kontributor terbesar ekonomi Jawa Tengah tetap tumbuh positif sebesar 4,04 persen.
Di sektor eksternal, ekspor Jawa Tengah juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan meski ekonomi global masih melambat.
Permintaan terhadap produk asal Jawa Tengah tetap meningkat sehingga menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Bank Indonesia menilai prospek ekonomi Jawa Tengah masih cukup kuat.
Optimisme konsumen, kinerja perbankan yang sehat, serta inflasi yang terkendali menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ke depan, BI bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat investasi, mendorong ekspor, mempercepat digitalisasi ekonomi, serta memperkuat UMKM agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga sepanjang 2026.