Trending

Empat Wartawan PWI Jawa Tengah Raih Anugerah Pers Card Number One di HPN 2026

Empat Wartawan PWI Jawa Tengah Raih Anugerah Pers Card Number One di HPN 2026
Empat wartawan Pengurus PWI Jawa Tengah menerima anugerah Pers Card Number One (PCNO) dari PWI Pusat, Senin (09/02/2026).(Foto:PWI/Sigit)

Spektroom — Empat wartawan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah menerima anugerah Pers Card Number One (PCNO) dari PWI Pusat pada puncak Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Lapangan Masjid Raya Al-Bantani, Kompleks KP3B, Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026).

Penghargaan prestisius tersebut diserahkan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar yang mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.

Keempat wartawan penerima PCNO dari Jawa Tengah adalah Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana (Suara Merdeka), Sekretaris Achmad Ris Ediyanto (HeloIndonesia.com), Wakil Ketua Bidang Multimedia Agus Toto Widyatmoko (Suara Merdeka), serta Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Wisnu Setiadji (HeloIndonesia.com).

Secara nasional, sebanyak 13 wartawan senior terpilih menerima PCNO melalui proses seleksi ketat yang dipimpin Marah Sakti Siregar.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyatakan, PCNO merupakan simbol tertinggi profesionalisme dan integritas wartawan.

“Para pemegang kartu pers nomor satu ini adalah wartawan dengan kompetensi dan integritas tinggi,” ujarnya.

Selain penyerahan PCNO, puncak HPN 2026 juga dirangkai dengan penganugerahan Adinegoro, Anugerah Kebudayaan, PWI Award, dan SIWO Award. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Desa Yandri Susanto, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, serta Gubernur Banten Andra Soni.

PCNO merupakan penghargaan tertinggi PWI yang diberikan kepada wartawan berusia di atas 50 tahun dengan masa pengabdian minimal 25 tahun tanpa jeda, sebagai pengakuan atas dedikasi, karya jurnalistik, serta kontribusi dalam pengembangan pers dan peningkatan sumber daya manusia wartawan.

Setiawan Hendra Kelana mengapresiasi PWI Pusat atas penghargaan tersebut dan menyebut Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penerima terbanyak.

“Di tengah indeks kemerdekaan pers yang belum stabil, pers harus menjadi pengingat dan penyeimbang pemerintah untuk maju bersama,” katanya.

Achmad Ris Ediyanto menyatakan penghargaan ini semakin menguatkan kecintaannya pada profesi jurnalistik.

Agus Toto Widyatmoko mengaku bersyukur atas pengakuan profesionalismenya, sementara Wisnu Setiadji berharap PCNO menjadi pelecut untuk semakin kredibel dalam menjalankan profesi kewartawanan.

Dengan tema HPN 2026 “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, penghargaan PCNO diharapkan memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus motor pembangunan bangsa.

Berita terkait

Pemprov Lampung Dorong APINDO  Perkuat Ekosistem Usaha,  Berdayakan UMKM & Pertumbuhan Industri  Berkelanjutan

Pemprov Lampung Dorong APINDO Perkuat Ekosistem Usaha, Berdayakan UMKM & Pertumbuhan Industri Berkelanjutan

Bandarlampung - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka Pengenalan dan Konsolidasi Perdana Disertai Penegasan Komitmen Prapengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Lampung 2026–2031 terpilih, di Navara City Park, Sukabumi, Bandarlampung, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan pengusaha lintas sektor anggotanya, yang terpilih sebagai pengurus APINDO Lampung

Anggoro AP
137  Prasarana Peribadatan dan Pesantren Telah Ditangani  Pascabencana Aceh

137  Prasarana Peribadatan dan Pesantren Telah Ditangani  Pascabencana Aceh

Jakarta –Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani rehabilitasi dan rekonstruksi 137 unit prasarana peribadatan yang terdampak bencana di Provinsi Aceh. Hingga 12 Oktober 2026, sebanyak 116 lokasi atau 84,67% telah memasuki tahap konstruksi. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan pascabencana diarahkan untuk membantu masyarakat segera kembali menjalankan aktivitas dan

Nurana Diah Dhayanti