Enam Jembatan Gantung Akan Dibangun Di Nias Selatan, Sesuai Usulan Pemkab Telah Ditindaklanjuti

Enam Jembatan Gantung Akan Dibangun Di Nias Selatan, Sesuai Usulan Pemkab Telah Ditindaklanjuti
Lahan yang telah disurvey untuk dibangun jembatan gantung ( birkom pu)

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara telah menyelesaikan survei teknis awal terhadap 6 lokasi usulan pembangunan jembatan gantung yang diajukan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Survei ini merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi Pemda guna membuka akses antar desa, antarwilayah yang selama ini terpisah karena kondisi geografis.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan , “ Dengan adanya jembatan gantung , petani dapat lebih mudah mengangkut hasil panen ke pasar, anak-anak bisa bersekolah tanpa harus menyeberangi sungai dengan rakit, dan masyarakat dapat mengakses layanan publik dengan lebih cepat,”kata Menteri Dody.

Kepala BBPJN Sumatera Utara Hardy Siahaan, menjelaskan bahwa keenam lokasi jembatan gantung yang diusulkan tersebar pada enam kecamatan dan seluruhnya memiliki fungsi vital sebagai penghubung antar desa, pusat layanan dasar, serta jalur pergerakan barang dan hasil pertanian.

Enam jembatan gantung yang disurvei meliputi Jembatan Gantung Sungai Susua, yang melayani kurang lebih 770 KK dari tujuh desa, Jembatan Gantung Sungai Lumbui Melayu Keamatan Hibala untuk 1.032 KK dari sembilan desa, dan Jembatan Gantung Sungai Susua – Desa Bawozalukhu melayani 782 KK dari 5desa.

Lahan yang disiapkan pemkab ( birkom pu)

Kemudian Jembatan Gantung Sungai Idanomi (Hilifalawu – Tesikhori) untuk 1.474 KK dari sembilan desa, Jembatan Gantung Sungai Sea (Manawadano – Talio) juga melayani 1.474 KK dari desa-desa sekitar, dan Jembatan Gantung Sungai Gomo yang menghubungkan delapan desa dengan total 1.296 KK.

Hasil survei awal menunjukkan bahwa seluruh lokasi memang membutuhkan jembatan penghubung sebagai akses utama masyarakat. Bahkan pada beberapa lokasi, keberadaan jembatan gantung dapat memangkas jarak perjalanan masyarakat dari 60 km menjadi hanya sekitar 1 km, sehingga mempercepat akses sekolah, pelayanan kesehatan, pasar, serta distribusi logistik.

Dalam laporan teknis, BBPJN Sumut juga menyampaikan bahwa kesiapan administrasi Pemda Nias Selatan telah terpenuhi, termasuk komitmen penyediaan lahan serta kesanggupan masyarakat untuk melakukan pemeliharaan. Namun demikian, seluruh usulan masih memerlukan pemenuhan Readiness Criteria berupa penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebelum dapat ditetapkan dalam program pembangunan.

“Kementerian PU berkomitmen mendukung konektivitas wilayah terutama di daerah kepulauan seperti Nias Selatan, agar mobilitas masyarakat lebih aman, cepat, dan efisien,” kata Hardy.

Jembatan gantung hanya boleh dilintasi oleh warga yang berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan bermotor roda dua serta mobil ambulans untuk kondisi darurat.

Dengan selesainya survei awal ini, proses penanganan kebutuhan infrastruktur desa di Nias Selatan memasuki tahap berikutnya dalam rangka membuka keterisolasian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Berita terkait