Evaluasi Program MBG, Gubernur Mirza Konsentrasi pada SOP Pemenuhan Gizi

Evaluasi Program MBG, Gubernur Mirza Konsentrasi pada SOP Pemenuhan Gizi
Foto Biro Adpim Lampung

Spektroom - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal memimpin rapat evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 dan persiapan tugas satgas MBG tahun 2026 di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur Lampung di Bandarlampung, Selasa (20/1/2026).

Dimasing-masing Kabupaten, rapat evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 dan persiapan tugas satgas MBG tahun 2026 ini diikuti oleh Kepala Pemberdayaan Masyarat Desa (PMD) melalui Zoom Meet ditempat.

Beberapa persoalan seputar pelaksanaan MBG dibahas, antara lain masih adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta keluhan terkait kualitas menu dan kelayakan makanan yang disajikan.

audio-thumbnail
Gubernur MBG
0:00
/43.325147

Gubernur Mirza menegaskan, evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar dan benar-benar mencapai tujuan program.

“Kita ingin memastikan apa saja yang perlu diperbaiki dan bagaimana peran pemerintah daerah dalam mendukung program ini agar berjalan sesuai standar,” ujar Mirza dalam rapat.

Ke depan, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota akan mendorong desa menjadi penyangga utama kebutuhan MBG. Selain itu, Pemprov Lampung juga mulai membenahi pengelolaan dampak lanjutan program, termasuk pengelolaan sampah dari aktivitas dapur MBG.

Usai rapat kepada Sejumlah Wartawan Mirza mengatakan, standar operasional prosedur (SOP) menjadi perhatian utama, terutama terkait menu, infrastruktur dapur, serta kualitas bahan makanan.

“Standarisasi harus diperkuat. Mulai dari menu, infrastruktur, sampai kualitas bahan pangan,” ujarnya.

Selain aspek teknis, Gubernur juga mengungkap keterkaitan Program MBG dengan penguatan ekonomi lokal. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan MBG seharusnya dapat dipenuhi dari daerah sendiri agar memberi dampak langsung bagi perekonomian desa.

“Lampung merupakan daerah penghasil pangan, namun belum seluruh desa siap menjadi pemasok kebutuhan MBG. Ini yang perlu kita persiapkan agar desa mampu menyediakan bahan pangan secara berkelanjutan,” jelas Mirza.

Gubernur Mirza menyampaikan capaian program MBG di Provinsi Lampung telah melampaui target nasional.

Hingga akhir 2025, realisasi program MBG di Lampung mencapai 108 persen dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2,3 juta siswa.

Menurutnya, evaluasi ini penting dilakukan karena pemerintah kabupaten dan kota juga tengah menyusun berbagai program daerah.

Mirza menekankan agar seluruh program tersebut ke depan dapat terintegrasi dengan MBG.

Namun, dirinya ingin, tahun ini ada evaluasi bagaimana MBG bisa menurunkan kemiskinan, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat jaringan suplai dari daerah-daerah setempat. (@Ng)

Berita terkait