Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN RI Lampung, Kukuhkan 1.497 Guru PPG Dari 17 Provinsi
IniSpektroom - Pengukuhan Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 3 Fakultas Tarbiyah & Keguruan Lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan (LPTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, berlangsung di Kampus UIN di Bandarlampung, Rabu (21/1/2026).

Dekan Fakultas Tarbiyah & Keguruan Prof Dr. Nirva Diana, M.Pd dalam laporannya menyebutkan PPG adalah program yang dirancang untuk mempersiapkan individu menjadi pendidik yang profesional dan berkualitas.
"Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menjadi guru yang efektif di berbagai jenjang pendidikan" terang Nirva Diana, dalam laporannya.
Menurutnya, PPG merupakan langkah lanjutan bagi lulusan S1 yang ingin mendapatkan sertifikasi guru dan memenuhi persyaratan untuk mengajar di sekolah-sekolah di Indonesia.
Lulusan program ini, terus Nirva Diana, diharapkan memiliki kompetensi pedagogis yang tinggi, mampu mengelola proses pembelajaran, serta memahami kurikulum dan kebijakan pendidikan.
Pada Bets 3 tahun 2026 ini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung mengukuhkan 1.497 mahasiswa program studi Pendidikan Profesi Guru yang berasal dari 17 provinsi di Indonesia.

Mereka adalah dari Provinsi Bali 1 orang Mahasiswa mengikuti lewat Zoom, Banten 9 orang, Bengkulu 1, Jambi 5, Jawa Barat 20 orang mahasiswa & Jawa Tengah 25 mahasiswa.
Kemudian Jawa Timur 50 orang mahasiswa, Kalimantan Barat 3 orang mahasiswa, Kalimantan Selatan 3 orang mahasiswa dan Lampung sebanyak 1360 mahasiswa.
Selanjutnya Maluku, NTT, Sumsel dan Sumbar masing-masing 1 orang mahasiswa serta Riau dan Sumut 7 orang mahasiswa.
"Semuanya lulus, Alhamdulillah dalam program PPG Fakultas Tarbiyah UIN Raden Intan selalu meluruskan 100%, terima kasih atas partisipasi bapak ibu mahasiswa, yang telah mengikuti kuliah selama 40 hari" ucapnya lagi.

Sementara Wakil Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Idrus Ruslan, M.Ag mengatakan, memperoleh predikat sebagai guru profesional atau tenaga pendidik profesional adalah sesuatu yang membanggakan dan diinginkan oleh semua orang.
Meraih predikat sebagai guru profesional itu adalah sangat membanggakan di satu sisi, namun di sisi lain, sesungguhnya amat berat menanggung predikat sebagai guru profesional.
"Karena kita diharapkan, memiliki metode pembelajaran yang baik, bagaimana merespon keinginan siswa, bagaimana merespon tingkah laku dan perilaku siswa yang nantinya tentu akan berhadapan dengan para pendidik profesional ini" ujar Idrus Ruslan mengingatkan.
Warektor Idrus juga menekankan diera digital saat ini banyak profesi yang hilang, khususnya di sektor keuangan dengan munculnya aplikasi yang memudahkan orang bertransaksi, namun beberapa profesi guru tidak akan tergerus oleh kecanggihan teknologi itu sendiri.
"Guru itu profesi yang tidak akan hilang, meskipun siswa bisa mengunduh materi pelajaran, dan belajar secara mandiri. Namun guru tidak tergantikan karena dia mentransfer ilmu itu dengan hati" tandasnya.(@Bg).