Feature : Dari Ladang Desa hingga Gudang Bulog, Jagung Menjadi Simbol Ketahanan Pangan di Kalbar

Feature :  Dari Ladang Desa hingga Gudang Bulog, Jagung Menjadi Simbol Ketahanan Pangan di Kalbar
Hasil panen jagung Hibrida dari Ladang dusun runut desa Tonang Landak. Foto: Spektroom

Landak-Spektroom: Di tengah berbagai tantangan sektor pangan nasional, kisah dari pedalaman Kalimantan Barat menghadirkan gambaran tentang bagaimana ketahanan pangan dibangun dari tingkat desa.

Dari lahan pertanian yang dikelola masyarakat hingga gudang penyimpanan negara, jagung menjadi penghubung antara kerja keras petani, pemerintah desa, aparat kepolisian, dan lembaga negara.

Di Kabupaten Landak, hamparan lahan seluas tiga hektare di Dusun Runut, Desa Tonang, Kecamatan Sengah Temila, menjadi saksi panen raya jagung yang menghasilkan sekitar tiga ton hasil pertanian.

Panen tersebut bukan sekadar agenda musiman, melainkan hasil kolaborasi berbagai pihak yang selama ini mendampingi proses budidaya, mulai dari penyuluh pertanian, pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), hingga kepolisian.

Kepala Desa Tonang, Sutejo, menyebut hasil panen itu akan dimanfaatkan untuk memperkuat modal usaha Bumdes sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baginya, produktivitas lahan menjadi bukti bahwa desa mampu menciptakan nilai ekonomi melalui pengelolaan sumber daya yang tepat.

Hasil panen di Sekadau dikirim ke Gudang Bulog Sanggau. Foto: Spektroom

Semangat serupa juga terlihat di Kabupaten Sekadau.
Di sana, hasil panen jagung tidak berhenti di lahan pertanian.

Sebanyak 5,3 ton jagung hibrida hasil pengolahan Polres Sekadau resmi dikirim ke Gudang Bulog Sanggau setelah dinyatakan memenuhi standar kualitas.

Sebelum diberangkatkan, jagung terlebih dahulu melalui serangkaian proses pascapanen. Mulai dari pemipilan, pengeringan, hingga pengujian mutu untuk memastikan kadar air dan kandungan aflatoksin berada dalam batas yang dipersyaratkan.

Hasilnya, 106 karung jagung dengan total berat 5.300 kilogram siap masuk ke rantai distribusi pangan nasional. Menurut Plt Kasi Humas Polres Sekadau, IPDA Iwan Kurniawan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil panen yang melimpah, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan setelah panen berlangsung.

Rangkaian peristiwa di Landak dan Sekadau memperlihatkan satu benang merah yang sama: ketahanan pangan lahir dari kerja kolektif.

Ketika petani mengolah lahan, pemerintah desa mengelola potensi ekonomi, penyuluh memberikan pendampingan, dan aparat mendukung keberlanjutan program, hasilnya bukan hanya panen yang berhasil dipetik, tetapi juga kemandirian pangan yang semakin kuat.

Di Kalimantan Barat, jagung kini bukan sekadar komoditas pertanian. Ia menjadi simbol bagaimana kolaborasi mampu mengubah lahan produktif menjadi harapan bagi ketahanan pangan masa depan.

Berita terkait

Uji Coba Angkutan  Kereta Api Khusus Hasil Pertanian Banyuwangi-Jakarta, Buah Naga Jadi Muatan Perdana

Uji Coba Angkutan Kereta Api Khusus Hasil Pertanian Banyuwangi-Jakarta, Buah Naga Jadi Muatan Perdana

Banyuwangi-Spektroom : Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik ujicoba pengoperasian kereta api untuk angkutan hasil bumi. Menurutnya, angkutan ini akan menjadi alternatif distribusi hasil pertanian daerah. “Dengan layanan ini, distribusi hasil pertanian Banyuwangi diharapkan semakin terbuka, sehingga komoditas unggulan daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pilihan moda transportasi yang

Julianto
ссс