Trending

Felicia Ayu Fransiska, Bocah 10 Tahun Asal Jember yang Bersinar di Dunia Bulutangkis

Felicia Ayu Fransiska, Bocah 10 Tahun Asal Jember yang Bersinar di Dunia Bulutangkis
Felicia Ayu Fransiska (tengah) menunjukkan potensi sebagai atlet muda berbakat asal Jember. (Foto Diskominfo Jember)

Jember-Spektroom : Kabupaten Jember terus melahirkan bintang muda berbakat, baik di bidang seni maupun olahraga. Salah satunya adalah Felicia Ayu Fransiska, putri pasangan Frans Yohanes dan Sri Wahyuni, yang mulai menunjukkan potensi sebagai atlet muda berbakat asal Jember. Usianya baru 10 tahun, tetapi semangatnya menekuni olahraga bulutangkis patut diapresiasi.

Felli, sapaan akrabnya, menyukai bulutangkis sejak berusia lima tahun, saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Kecintaannya terhadap olahraga tepok bulu itu terus tumbuh hingga akhirnya bergabung dengan Klub Jaya Raya Satria Jember pada 2024.

Di klub tersebut, Felli mendapat pembinaan dari pelatih bersertifikat internasional, Eny Juliajati, dengan didampingi asisten pelatih Teh Rini. Perkembangan kemampuan Felli terus dipantau, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.

Felicia Ayu Fransiska, atlet bulutangkis berbakat asal Jember. (Foto Diskominfo Jember)

Setelah menjalani latihan, Felli mulai diberi kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan, di antaranya Piala Raja Sirnas C Yogyakarta, Kejurkab, Gubernur Cup, O2SN, Insersio Cup, Hundred Millenial Cup, Victory Wiraraja Cup, Polres Bondowoso, dan Bupati Cup.

Dari berbagai kompetisi tersebut, Felli berhasil mengoleksi sejumlah prestasi. Di antaranya juara tiga UPDI Kejurkab Jember 2024, juara tiga UPDI Bupati Cup Jember 2025, juara tiga O2SN tingkat Kabupaten Jember, juara dua UPDI Kejurkab Jember 2026, juara satu UPDI Hundred Millenial Cup Banyuwangi 2026, serta juara tiga UPDI Insersio Cup Malang 2026.

Pelatih Teh Rini mengatakan, pembinaan atlet di Jaya Raya Satria tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain, tetapi juga membangun komunikasi dengan orang tua. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor penting karena proses pembinaan bulutangkis membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

“Alhamdulillah, mereka memahami dan terus mendukung langkah coach demi suksesnya permata hati mereka,” ujar Teh Rini, Rabu (21/10/2016).

Ia juga mengapresiasi dukungan pihak sekolah yang memberikan kelonggaran waktu latihan pada pagi hari, sehingga Felli tetap dapat menjalankan pendidikan formalnya.

Menjelang keikutsertaannya di Sirnas Bali pada nomor tunggal usia dini putri, Teh Rini mengaku tidak memasang target juara. Persaingan dinilai cukup ketat dengan kemampuan peserta yang relatif merata.

Felli pun diharapkan mampu tampil maksimal, menjaga fokus, dan mendapatkan pengalaman berharga. Bagi sang pelatih, proses pembinaan dan perkembangan mental bertanding menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang Felli meraih prestasi di dunia bulutangkis. (budi)

Berita terkait

Pesta Adat Yonggway Jadi Tradisi Sakral Pererat Perdamaian Masyarakat Keerom

Pesta Adat Yonggway Jadi Tradisi Sakral Pererat Perdamaian Masyarakat Keerom

Keerom-Spektroom : Masyarakat adat di Arso, Kabupaten Keerom, Papua, menggelar Pesta Adat Yonggway yang merupakan rangkaian tradisi inisiasi pendewasaan bagi generasi muda setempat. Tradisi sakral ini juga menjadi sarana untuk mempererat perdamaian antar kampung, mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi muda, sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai

Anthonius Teniwut, Julianto
Atasi Kabut Asap Di Papua Barat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Atasi Kabut Asap Di Papua Barat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Manokwari-Spektroom : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Papua Barat guna membantu mengatasi kabut asap sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi dimaksud diprioritaskan di Kabupaten Fakfak, Teluk Bintuni, dan Kaimana, yang menjadi wilayah sasaran penanganan, dengan kemungkinan diperluas ke Manokwari

Anthonius Teniwut, Julianto
Digitalisasi Rantai Pasok Pangan, Sleman Luncurkan Aplikasi SOPIKAN

Digitalisasi Rantai Pasok Pangan, Sleman Luncurkan Aplikasi SOPIKAN

Sleman-Spektroom : Petani dan pembudidaya ikan di Kabupaten Sleman diharapkan semakin mudah menjangkau pasar melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan Sistem Informasi Rantai Pasok dan Pemasaran Pertanian dan Perikanan (SOPIKAN) untuk memperkuat hubungan antara produsen dan calon pembeli. Peluncuran aplikasi tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia

Fatmawaty, Bian Pamungkas