Festival Habsy UIN Palangka Raya
Spektroom - Lantunan syair maulid dan tabuhan rebana menggema khidmat di penghujung Festival Syair Maulid Al-Habsy Tingkat SLTA se-Kalimantan Tengah yang digelar UIN Palangka Raya. Suasana religius berpadu dengan semangat kompetisi, menghadirkan panggung seni islami yang hidup dan berkelas.
Menjelang penutupan,5 grup habsy kembali tampil memukau. Siar syair-syair pujian kepada Rasulullah dilantunkan penuh penghayatan, menjadi klimaks kemeriahan sebelum acara resmi ditutup.

Rektor UIN Palangka Raya, Prof Dr. H. Ahmad Dakhoir, S.HI, M.HI, hadir langsung dan mengungkap kisah masa mudanya saat nyantri di pesantren. Ahmad Dakhoir mengatakan pengalamannya ia pernah menjadi penabuh gendang habsy, dalam grup habsy menurutnya membentuk karakter, disiplin, dan kecintaan pada shalawat.
“Habsy bukan sekadar seni. Didalamnya ada latihan kekompakan, ketekunan, dan adab. Itu bekal hidup,” ujarnya Minggu, (15/02/2026). Tradisi habsy harus terus dirawat sebagai media pembinaan spiritual generasi muda di tengah arus modernitas yang kian cepat.
Rektor juga memperkenalkan UIN Palangka Raya sebagai kampus integratif yang memadukan ilmu keagamaan, sains, teknologi, dan ilmu sosial. Untuk memperkuat daya saing akademik, kampus ini membuka 5 program studi baru: S1 Biologi, S1 Statistika, S1 Manajemen Haji dan Umrah, S2 Pendidikan IPA, dan S2 Studi Islam.

Pemenang Festival Habsy
Terbaik I: MAN Barito Utara
Terbaik II: MA Muslimat NU
Terbaik III: MAN Kotawaringin Timur
Kategori Penghargaan
Best Vokal: MAN Barito Utara
Best Penabuh: SMKN 2 Palangka Raya
Best Penampilan: SMKN 2 Palangka Raya
Best Yel-yel: MAN Barito Utara
Juara Harapan; MAN Kota Palangka Raya, MAN 1 Pulang Pisau, SMKN 2 Palangka Raya, MAN Kapuas, MA Hidayatul Insan, Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin, SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya.
Total hadiah yang diberikan mencapai Rp10.000.000 untuk Juara I, Rp5.000.000 untuk Juara II, dan Rp4.000.000 untuk Juara III, masing-masing disertai trofi dan sertifikat. Juara Harapan memperoleh Rp1.000.000.
Festival Habsy bukan sekadar lomba. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, pembinaan karakter, sekaligus bukti seni islami tetap relevan di era sains dan teknologi. Dari rebana yang ditabuh dengan khusyuk, lahir generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tampil menyenangkan tetapi tetap kokoh spiritualnya.