Film “Pintu Belakang” Sajikan Horor Psikologis tentang Trauma dan Luka Masa Lalu

Film “Pintu Belakang” Sajikan Horor Psikologis tentang Trauma dan Luka Masa Lalu
Foto bersama para pemain sinetron pintu belakang disalah satu kafe di Jogjakarta,Minggu(22/2/26). Foto: Fatmawati

Spektroom – Lanskap perfilman nasional kembali mendapat warna baru melalui kehadiran film horor psikologis “Pintu Belakang”, yang menempatkan trauma sebagai pusat narasi sekaligus sumber ketegangan.

Film ini diadaptasi dari novel singkat bertema misteri dan luka masa lalu yang ditulis Nyis. Cerita berfokus pada perjalanan batin seorang anak yang kehilangan ingatan setelah mengalami peristiwa mengerikan.

Sepasang suami istri menemukan anak tersebut dalam kondisi linglung dan ketakutan. Identitasnya hilang, sementara satu fragmen ingatan terus menghantuinya: sebuah pintu belakang dan sosok menyeramkan yang muncul dalam benaknya.

Iva Deivana dan Riska Shakira dua pemain film "pintu belakang" yang hadir dalam film tersebut.(Foto : Fatmawati).

Seiring waktu, rumah yang awalnya menjadi ruang perlindungan berubah menghadirkan keganjilan demi keganjilan. Teror perlahan merayap, sementara misteri masa lalu menuntut untuk terungkap.

Pintu belakang menjelma simbol luka batin sekaligus gerbang menuju rahasia yang lama terkunci.
Film ini disutradarai oleh BW Purbanegara Mastris dengan visual atmosfer sunyi dan tekanan psikologis yang subtil.

Produksi dikendalikan Riska Shakira, selaku CEO Bcs producer sementara naskah digarap Alex Suhendra dengan penekanan pada konflik batin dan intensitas emosi yang berkembang bertahap.

Riska Shakira menegaskan bahwa film ini tidak bertumpu pada kejutan semata. “Horor sejati lahir dari luka yang belum pulih dan ingatan yang berusaha kembali. Film ini mengajak penonton merenungi sisi gelap manusia, di mana ketakutan bukan sekadar bayangan, melainkan cerminan emosi yang belum terselesaikan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026) sore.

Produksi film dijadwalkan mulai 23 Maret di Kulon Progo dengan latar rumah bergaya lama untuk memperkuat nuansa autentik dan rasa keterasingan.

Melalui pendekatan naratif intim dan atmosfer pekat, “Pintu Belakang” diharapkan hadir bukan hanya sebagai tontonan menegangkan, tetapi juga pengalaman emosional yang membekas di benak penonton. (Fatmawati).

Berita terkait

Kepala BGN: MBG Diharapkan Perkuat Gizi dan Ekonomi Lokal

Kepala BGN: MBG Diharapkan Perkuat Gizi dan Ekonomi Lokal

Jember-Spektroom : Upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat terus digencarkan pemerintah melalui berbagai program strategis. Salah satunya diwujudkan dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (16/04/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama Bupati Jember,

Budi Sucahyono, Afrizal Aziz
Persiapan RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo Menjadi Rumah Sakit Rujukan Regional di Jawa Tengah Bagian Selatan

Persiapan RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo Menjadi Rumah Sakit Rujukan Regional di Jawa Tengah Bagian Selatan

Purwerejo-Spektroom: Melalui upaya akselerasi transformasi kesehatan dan integrasi teknologi digital, RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo terus mempersiapkan diri menjadi rumah sakit rujukan regional di Jawa Tengah bagian selatan. Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo, dr. Tolkha Amaruddin, menyatakan komitmen tersebut disampaikan dalam forum konsultasi publik yang digelar di Auditorium RSUD dr. Tjitrowardojo,

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Seluruh Camat di Jateng Nyatakan Pakta Integritas Mendukung Pembentukan Kecamatan Berdaya

Seluruh Camat di Jateng Nyatakan Pakta Integritas Mendukung Pembentukan Kecamatan Berdaya

Semarang-Spektroom: Bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kota Semarang, Kamis, 16 April 2026, sebanyak 576 camat se-Jawa Tengah menyatakan pakta integritasnya bersama gubernur, bupati, dan wali kota untuk mendukung pembentukan Kecamatan Berdaya. Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan program Kecamatan Berdaya akan diterapkan secara merata di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah,

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas