FKPP Palangka Raya Dikukuhkan, Pesantren Didorong Lebih Solid dan Peduli Lingkungan

FKPP Palangka Raya Dikukuhkan, Pesantren Didorong Lebih Solid dan Peduli Lingkungan
Pengukuhan pengurus FKPP periode 2026–2027 (dok.humas ponpes)

Spektroom - Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Palangka Raya resmi terbentuk dan langsung memasang arah yang jelas: memperkuat kelembagaan pesantren sekaligus mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan melalui Program Ekoteologi Pesantren.

Pengukuhan pengurus FKPP periode 2026–2027 dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Wafa, Selasa (10/2/2026), oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya, H. Muhidin Arifin. Momentum ini turut disaksikan jajaran Kanwil Kemenag Kalteng, perwakilan Bank Indonesia, unsur pemerintah daerah, hingga tokoh lembaga keagamaan dan sosial.

Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, H. Yusi Abdhian, menilai kehadiran FKPP sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi pesantren di tengah dinamika masyarakat.

“Forum ini menjadi ruang bersama para pengasuh pesantren untuk memperkuat eksistensi kelembagaan dan memperbesar kontribusi pesantren di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan tiga fondasi utama yang harus dijaga pengurus: integritas, soliditas, dan sinergitas.
“Pengurus FKPP adalah figur publik yang menjadi rujukan umat. Integritas tidak bisa ditawar. Organisasi juga harus solid agar program berjalan efektif. Dan yang tidak kalah penting, bangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Peluncuran Program Ekoteologi Pesantren menjadi penanda arah baru gerakan pesantren di Palangka Raya. Isu lingkungan tidak lagi dipandang sebagai urusan teknis semata, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Ketua Panitia, H. Rahmat Rusyadi, menyebut forum ini lahir dari kebutuhan bersama antar pesantren untuk memiliki wadah koordinasi yang lebih terstruktur.
“FKPP bukan sekadar forum silaturahmi. Ini ruang kolaborasi untuk penguatan SDM, kemandirian ekonomi pesantren, serta pengembangan sarana prasarana yang lebih representatif,” katanya.

Saat ini tercatat 17 pondok pesantren di Kota Palangka Raya telah terdaftar di Kementerian Agama, sementara beberapa lainnya masih dalam proses administrasi.

Dengan terbentuknya FKPP, pesantren di Palangka Raya tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Arah sudah digariskan: kelembagaan diperkuat, kolaborasi diperluas, dan kepedulian lingkungan ditanamkan sebagai bagian dari nilai keagamaan. Forum ini bukan hanya mempererat barisan pesantren, tetapi juga mempertegas peran mereka sebagai pilar pendidikan, sosial, dan moral di Kota Cantik. (Polin - Humas Ponpes)

Berita terkait

Wagub Jihan, Besok Dampingi Wamenkop Farida Farichah, Tinjau Tes Ujian Kompetensi Manajer KDKMP

Wagub Jihan, Besok Dampingi Wamenkop Farida Farichah, Tinjau Tes Ujian Kompetensi Manajer KDKMP

Bandarlampung - Spektroom: Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, Senin, 4 Mei 2026, Pukul 07.30 WIB, dijadwalkan akan menjadi Inspektur upacara sekaligus menyampaikan sambutan pada upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Upacara peringatan Hardiknas dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, berlangsung di Lapangan

Anggoro AP