Fokus Intensifikasi Aset Menjadi Strategi Indonesian Paradise Property
Jakarta - Spektroom : Berbeda dengan sebagian pengembang yang agresif melakukan ekspansi lahan baru, Paradise Indonesia (INPP) memilih strategi intensifikasi aset untuk meningkatkan nilai dan produktivitas properti yang sudah dimiliki. Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur dan CEO Indonesian Paradise Property , Anthony Prabowo Susilo di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Anthony menjelaskan, Inpp terus meningkatkan belanja modal (capex) serta melakukan berbagai perbaikan dan pengembangan aset eksisting.
Salah satu contohnya adalah pengembangan fasilitas spa di hotel Sheraton Bali Kuta Resort yang diperluas dengan tambahan wing khusus. Selain itu, perusahaan juga menambah ruang pertemuan (meeting room) di pusat gaya hidup fX Sudirman.
Selain itu di 23 Paskal Shopping Center, Paradise Indonesia juga melakukan perluasan area komersial yang meningkatkan luas area sewa bersih (net leasable area/NLA) sekitar 20%. Salah satunya lantaran waiting list tenant hingga 2 – 3 tahun ke depan.
“Kami tidak hanya melakukan ekspansi dengan membeli lahan baru, tetapi juga mengoptimalkan aset yang sudah ada. Banyak aset yang masih bisa diintensifkan untuk meningkatkan nilai bisnis,” jelas Anthony.
Selain itu, Paradise Indonesia juga tengah menyiapkan proyek baru di Balikpapan dengan konsep yang berbeda dari proyek sebelumnya. Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai mixed-use development dengan zona CBD yang mengusung konsep mid hingga low density.
Di sisi lain, ekspansi ke Semarang juga menunjukkan respons pasar yang sangat positif. Awalnya proyek komersial di Kota Atlas tersebut dirancang dengan luas sekitar 37.000 meter persegi, namun kemudian ditingkatkan menjadi sekitar 48.000 meter persegi karena tingginya minat tenant.

Anthony Prabowo Susilo menilai, Semarang memiliki prospek besar sebagai pusat kegiatan ekonomi di Jawa Tengah dalam 10 tahun ke depan.
“Tak hanya itu, Semarang kami lihat sebagai commercial hub Jawa Tengah yang masih akan berkembang pesat dalam satu dekade ke depan,” katanya.
Untuk mendukung ekspansi bisnis, Indonesian Paradise Property, mengandalkan kombinasi pendanaan internal dan eksternal. Struktur pembiayaan proyek perusahaan umumnya menggunakan komposisi 30% ekuitas dan 70% pinjaman bank. Salah satu mitra perbankan utama perusahaan saat ini adalah Bank bca
Selain itu, perusahaan juga telah menerbitkan obligasi pada awal 2025 dan menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan Jepang, Hankyu Hanshin Holdings.
Menurut Anthony, setiap penjualan properti yang dilakukan perusahaan memiliki efek berlipat terhadap pendapatan berulang (recurring income).
“Strategi kami, setiap penjualan satu dolar akan menghasilkan dampak sekitar dua hingga tiga dolar terhadap recurring income,” ujarnya.