Gambang Semarang Diangkat Kembali Oleh UKM Kridha Laras UNNES

Gambang Semarang Diangkat Kembali Oleh UKM Kridha Laras UNNES
Gambang Semarang dipersembahkan UKM Kridha Laras Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Minggu, (23/11/2025), pukul 19.00 WIB di Rumah PoHan, Jl. Kepodang 64, Kota Lama Semarang. 

Spektroom Semarang: Gambang Semarang sebuah warisan kesenian tradisi merupakan akulturasi budaya budaya Tionghoa, Jawa, Betawi, dan masyarakat pelabuhan. Memadukan unsur musik, tari, dan drama, kesenian ini menjadi cerminan kuat dari kehidupan multikultural Kota Semarang. 

Dewan Kesenian Semarang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah akan menggelar pertunjukan seni “Gambang Semarang” dipersembahkan UKM Kridha Laras Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Minggu, (23/11/2025), pukul 19.00 WIB di Rumah PoHan, Jl. Kepodang 64, Kota Lama Semarang. 

Sempat mengalami pasang surut dan kerap disebut sebagai kesenian yang “hidup enggan mati tak mau”, berbagai komunitas seni dan lembaga kebudayaan terus mendorong kembali relevansinya sebagai identitas budaya kota.

Ketua Dewan Kesenian Semarang, Adhitia Armitrianto, menegaskan bahwa regenerasi merupakan kunci keberlanjutan tradisi.

“Melalui penampilan UKM Kridha Laras, kami ingin membuka ruang apresiasi sekaligus memberi kesempatan bagi seniman muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian seni tradisi,” ujarnya.

Rumah PoHan, yang berada di lingkungan bersejarah Kota Lama, menjadi lokasi penyelenggaraan karena memiliki peran sebagai ruang budaya yang menghubungkan warisan sejarah dengan kegiatan seni kontemporer.

Kehadiran pertunjukan ini diharapkan memperkaya dinamika seni-budaya Kota Lama sekaligus memperluas akses publik terhadap kesenian tradisional.

Dalam konteks pelestarian tradisi lintas generasi, Yvonne Sibuea, periset kebudayaan Tionghoa dari EIN Institute, menekankan pentingnya menjaga relevansi Gambang Semarang terhadap perkembangan zaman.

“Kesenian seperti Gambang Semarang hanya bisa terus hidup bila ia disambungkan dengan generasi hari ini. Tradisi bukan sekadar benda masa lampau; ia harus bernafas dan berbicara dengan cara yang bisa dipahami anak muda. 

Ketika generasi baru terlibat, maka tradisi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga tumbuh bersama perubahan zaman,” ujarnya. 

Pertunjukan ini terbuka untuk umum dan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati kembali salah satu warisan budaya Semarang yang sarat nilai historis dan estetik.

Berita terkait

Polres Tabalong Lakukan Pengamanan dan Pelayanan Aksi Simbolik September Hitam HMI Cabang Tanjung

Polres Tabalong Lakukan Pengamanan dan Pelayanan Aksi Simbolik September Hitam HMI Cabang Tanjung

Tabalong-Kalsel–Spektroom : Polres Tabalong melaksanakan pengamanan dan pelayanan kegiatan Aksi Simbolik September Hitam yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalsel. Kegiatan Sabtu, (19/9/2026) diikuti 50 peserta melibatkan HMI Cabang Tanjung, BEM STIA Tabalong dan BEM STIT Syekh Nafis Tabalong. Kegiatan dipimpin oleh Koordinator

Junaidi, Bian Pamungkas
Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Perairan Kepulauan Loloda dan Morotai di Maluku Utara

Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Perairan Kepulauan Loloda dan Morotai di Maluku Utara

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara empat hari ke depan mulai tanggal 20 - 23 September 2026. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Marini Zahrina Ismah Albaar dalam releasenya

Nanang Adrany, Bian Pamungkas
ссс