Gelar Mubes XI & Temu Natal, KOMPASS Jadikan Solidaritas Sebagai Nafas Perjuangan dan Identitas Papua
Spektroom - (13.42) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Provinsi Lampung Dr. Senen Mustakim, S.Sos., M.Si. membuka Musyawarah Besar ke-XI dan Temu Natal Komunitas Mahasiswa Papua seSumatera, pada Senin (5/1/2026), berlangsung di Ruang Abung Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, di Bandarlampung.
Membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal, Senen Mustakim, mengatakan Mubes ke- 11 Ini merupakan ruang refleksi, evaluasi, dan penentuan arah perjuangan Mahasiswa Papua di tanah perantauan. Sebelas kali mubes dilaksanakan, menandakan kesinambungan semangat, nilai, dan komitmen lintas generasi.
Senen Mustakim juga mengatakan, Tema yang dipilih merupakan pembahasan setiap dan setiap langkah yang dihasilkan dari masalah besar ini mestinya menjadi hal-hal yang sangat penting, menjadi program prioritas KOMPASS, bagaimana untuk memujudkan, memajukan bangsa Indonesia, agar menjadi bangsa yang besar, menjadi bangsa yang berhasil, dan menjadi bangsa yang berkembang.
Dalam sambutan tertulisnya Gubernur Lampung Mirza juga mengapresiasi KOMPASS yang terus menjunjung nilai persaudaraan, nilai integritas dan tanggung jawab, serta menjadi titik awal lahirnya kemimpinan yang berintegritas.
"Kalian adalah generasi penerus yang kelak akan menentukan wajah Papua dan Indonesia di masa depan. Di pundak kalian terletak harapan masyarakat, harapan daerah, bahkan menjadi harapan negeri kita ini" ujar Gubernur seperti disampaikan Senen Mustakim.
Pada bagian lain sambutannya Gubernur Mirza juga menyampaikan Provinsi Lampung, Sang Bumi, Ruwa Jurai, menyambut seluruh keluarga besar komunitas Mahasiswa Papua Sesumatera dengan tangan terbuka. Lampung adalah rumah bersama, tempat persaudaraan dirawan potensi dikembangkan.

"Seiring dengan pelaksanaan Mubes ini, kita juga merayakan pengunatal. Sukacita Natal kiranya nyalakan kembali semangat kasih, damai dan pengharapan yang sepenuhnya langkah bersama seluruh keluarga besar Kompass di tengah keberagaman nilai-nilai Natal mengajarkan kita untuk berjalan bersama dengan hati yang tulus, saling menghormati dan saling menguatkan." tutup Senen Mustakim.
Sementara sebelumnya, ditempat yang sama Ketua Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (Kompass) Arnoldius Sedik mengatakan Tema yang dipilih mengandung arti sebuah janji untuk masa depan.

Solidaritas, terus Arnoldius, adalah kekuatan kita sebagai mahasiswa Papua yang jauh dari rumah.
"Namun solidaritas saja tidak cukup, kita harus memiliki identitas. Sehingga identitas ini kita bicara mengenai nilai-nilai, mengenai harga diri, sehingga momen diharapkan adanya penguatan solidaritas kita sebagai mahasiswa Papua yang berantau di Pulau Sumatera." jelas dia lagi.
Untuk diketahui, Mubes XI dan Temu Natal Komunitas Mahasiswa Papua Sesumatera tersebut dihadiri tidak kurang 300 Mahasiswa asal Papua di Sumatra yang tergabung dalam 16 Komunitas seperti, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) serta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Selanjutnya, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHD), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) serta Jaringan Alumni Mahasiswa KOMPASS (JAM KOMPASS)
Berikutnya, Pengurus KOMPASS, Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (KOMPASS), Himpunan Mahasiswa Papua Jambi (HIMPJ), Himpunan Mahasiswa Papua Riau (HIMAPARI), Ikatan Mahasiswa Papua Bengkulu (IMAPA BENGKULU), Himpunan Mahasiswa Papua Sumatera Barat (HIMAPA-SUMBAR) serta Ikatan Mahasiswa Papun Sumatera Utara (IMP SUMUT) (@Ng).