Gelombang Tinggi Menghantui Perairan Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Gelombang Tinggi Menghantui Perairan Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Sumber:BMKG

Ternate-Spektroom: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di wilayah Maluku Utara mulai tanggal 10 - 13 Maret 2026.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Marini Zahrina Ismah Albaar dalam releasenya Senin (9/3/2026) mengatakan, pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot. Sedangkan wilayah Indonesia bagian Selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 30 knot.

"Tinggi gelombang di perairan Maluku Utara rata-rata mencapai 1,25 - 2,5 meter," ujar Marini.
Tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di perairan Halmahera Barat, perairan Ternate, Perairan Barat Bacan, Barat Daya Obi, Utara Mangoli, Perairan Barat Daya Morotai dan perairan Timur Obi.

Disamping itu juga perairan Kepulauan Batang Dua, Barat Kayoa, perairan Gebe, Timur Sanana, Utara Taliabu, Barat LMorotai serta perairan Kepulauan Loloda.
Dengan kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, Kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Sementara tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan Barat Laut Morotai, Tenggara Morotai, Timur Laut Morotai dan perairan Timur Kepulauan Halmahera.

Dengan kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, Kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter, dan kapal ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Kepada nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi laut gelombang tinggi jangan memaksakan untuk berlayar demi keselamatan.

Berita terkait