Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Maluku Utara, Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Maluku Utara, Berpotensi Tsunami
Sumber:BMKG

Ternate-Spektroom : Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 sekitar pukul 07.48 WIT mengguncang wilayah Kota Ternate, Maluku Utara pada Kamis pagi (2/4/2026) .

Gempa yang terjadi ini dengan lokasi 1,25 Lintang Utara, 126,27 Bujur Timur, 129 Tenggara Bitung Sulut kedalaman 62 km membuat kepanikan masyarakat yang mulai melakukan aktivitas hingga berhamburan keluar gedung maupun rumah.

Gempa yang kuat ini dirasakan tidak saja di Ternate tetapi juga pada sejumlah wilayah di Maluku Utara dan dikeluarkan peringatan dini tsunami.
Kedalaman yang dangkal membuat guncangan terasa cukup kuat di berbagai wilayah, terutama di Ternate juga kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Timur dan sekitarnya.

“Gempa terasa kuat sekali di Ternate dan warga berupaya untuk mengamankan diri dengan berlari keluar rumah karena guncangan juga agak lama," ujar Juniarti warga Kelurahan Kampung Makassar.

Para orang tua juga langsung menuju ke sekolah untuk menjemput anak mereka karena takut akan ada gempa susulan dan tsunami, karena pihak sekolah juga langsung memulangkan para siswa.
"Torang waktu gempa lari keluar dari ruangan kelas," kata salah satu siswa SD Islamiyah Ternate.

BMKG Stasiun Geofisika Ternate saat dikonfirmasi Spektroom minta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Berita terkait

CooSAE Dorong Alpukat Hass Jadi Komoditas Premium Pengganti Dominasi Apel dan Jeruk

CooSAE Dorong Alpukat Hass Jadi Komoditas Premium Pengganti Dominasi Apel dan Jeruk

Batu– Spektroom: Upaya diversifikasi komoditas pertanian di Kota Batu terus digencarkan. CooSAE (Cooperative Smart Agriculture Ecosystem) kini mendorong pengembangan Alpukat Hass sebagai komoditas premium yang diproyeksikan mampu menjadi penyeimbang, bahkan pengganti dominasi apel dan jeruk yang selama ini menjadi ikon daerah. CEO CooSAE Batu, Rakhmad Hardiyanto, atau yang akrab disapa

Buang Supeno
IUP Habis, Dua Tambang Batu Bara di Sawahlunto Tutup: Sinyal Keras untuk Tata Kelola dan Ketahanan Energi Daerah

IUP Habis, Dua Tambang Batu Bara di Sawahlunto Tutup: Sinyal Keras untuk Tata Kelola dan Ketahanan Energi Daerah

Sawahlunto-Spektroom : Lanskap industri batu bara di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, kembali bergeser. Dua perusahaan tambang, PT Miyor Prima Coal dan PT Guguak Tinggi Coal, resmi menghentikan seluruh operasionalnya sejak April 2026. Penutupan ini bukan sekadar dinamika bisnis biasa, melainkan sinyal keras atas semakin ketatnya tata kelola sektor pertambangan di Indonesia.

Riswan Idris