GEMPABUMI TEKTONIK M3.3 MENGUNCANG AMAHAI MALUKU TENGAH.

GEMPABUMI TEKTONIK M3.3 MENGUNCANG AMAHAI MALUKU TENGAH.

SPEKTROOM.ID- Wilayah Amahai Kabupaten Maluku tengah, Provinsi Maluku,diguncang gempa bumi tektonik hari minggu, pukul 13:08:44 Wit.( 15/6/2025). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=3.3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.36 LS ; 129.16 BT, atau tepatnya berlokasi di darat 26 km Timur Masohi Makuku tengah pada kedalaman 10 km.
Kepala Stasiun Geofisiki Ambon Djati Cipto Kuncoro dalam keterangan pers mengatakan, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif.
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Amahai dengan skala intensitas III MMI,getaran dirasakan nyata dalam rumah. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Menurut Kuncoro,
hingga pukul 13:40 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (_aftershock_).
Ia harapkan masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga dihimbau menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah, tutur Kuncoro.(Yan.L/Eva.)

Berita terkait

Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Bandara Pattimura Siapkan Lahan Jagung Pipil di Ambon

Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Bandara Pattimura Siapkan Lahan Jagung Pipil di Ambon

Spektrom - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah pusat di bidang ketahanan pangan nasional. Di Provinsi Maluku, upaya tersebut diwujudkan melalui langkah konkret Polsek Kawasan Bandara Pattimura (KBP) yang menggandeng Dinas Pertanian Provinsi Maluku untuk menyiapkan penanaman jagung pipil di lahan milik Polsek.

Eva Moenandar, Anggoro AP