Gencarnya Deteksi Aktif, Kasus TBC di Kota Solo Ditemukan Semakin Banyak.
Spektroom - Peringatan Hari kesehatan di Indonesia masih dibayangi adanya kasus TBC yang cukup tinggi termasuk di kota solo, sehingga perlu digencarkan deteksi aktif agar eliminasi di Tahun 2035 dapat tercapai.
Gencarnya deteksi aktif yang dilakukan di kota Solo yang berhasil menemukan kasus TBC semakin banyak, ternyata dibayangi masih banyaknya masyarakat yang terlambat memeriksakan diri .
Padahal, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Reviono saat dimintai tanggapan berkait kasus TBC yang masih mengintai menyampaikan, keterlambatan pengobatan menjadi salah satu penyebab rantai penularan sulit diputus.
Sehingga masyarakat perlu memahami pentingnya dua pendekatan dalam menjaga kesehatan, yakni promotif-preventif dan kuratif-rehabilitatif. Faktanya banyak yang menunda memeriksakan diri sehingga kondisinya memburuk.
" Banyak yang menganggap batuk itu hal biasa, padahal bisa jadi gejala TBC akibatnya penularan semakin luas" Tegas Prof Reviono.( Rabu12/11/2025 )
Di sisi lain menurut Prof. Reviono tekat target eliminasi TBC pada 2035 perlu digencarkan, meskipun jumlah kasus nasional tidak meningkat signifikan, tetapi posisi Indonesia masih di peringkat dua tertinggi di dunia, karena negara lain juga gencar menurunkan angka kasus TBC.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Retno Erawati, menyebut capaian penemuan kasus TBC di Solo telah mencapai 80,6 persen dari target Nasional 90 persen.
Peningkatan angka temuan bukan penularan yang memburuk, tetapi karena proses pencarian aktif yang dilakukan pemerintah melalui skrining masyarakat dan fasilitas kesehatan cukup gencar.
"Kalau kita tidak cari, angkanya pasti tidsk tijggia.tapj karena kita aktif menemukan dstanya jadi kebih akurat " Ungkap Retno .
TBC disebabkan Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat dengan cepat menular, terutama di lingkungan padat, sehingga pentingnya kedisiplinan pasien TBC dalam minum obat hingga tuntas
Dengan pengawasan ketat dari Puskesmas dan keterlibatan kader kesehatan, Menurut Retno kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri dan minum obat teratur mulai tumbuh.
Meski begitu upaya eliminasi TBC di Solo membutuhkan kemauan warga untuk tidak menyepelekan gejala batuk dan segera mencari pertolongan medis.( Dan)