Gibran, Di KTT Dipuji, Hujamkan Petir Sanubari Para Pembenci

Gibran,  Di KTT Dipuji, Hujamkan Petir  Sanubari Para Pembenci
audio-thumbnail
SKS Kamis 27 Nopember
0:00
/545.417938

Spektroom - Pemerintah menyampaikan perkembangan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Tahun 2025 yang diselenggarakan di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 22–23 November 2025.

Kehadiran delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming pada acara ini adalah untuk memastikan kepentingan nasional Indonesia terwakili serta mendorong penguatan tata kelola ekonomi global.

Presidensi Afrika Selatan mengusung tema “Solidarity, Equality, Sustainability” (Solidaritas, Kesetaraan, dan Keberlanjutan) dengan fokus pada penguatan ketahanan dan respons bencana, pengelolaan pinjaman berkelanjutan untuk negara berpendapatan rendah, pendanaan transisi energi yang adil, serta pemanfaatan critical minerals bagi pertumbuhan inklusif.

Selain itu, dibahas pula penguatan tata kelola G20 dan keberlanjutan agenda forum ke depan.

Indonesia berperan aktif dalam mendorong arsitektur pembiayaan internasional yang lebih adil.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers di Johannesburg pada Sabtu (22/11/2025) atau Minggu (23/11/2025) Waktu Indonesia, menjelaskan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam pidatonya menegaskan sejumlah poin penting diantaranya pertumbuhan ekonomi global yang harus berlangsung secara kuat, adil, dan inklusif, dengan dukungan pembiayaan internasional yang mudah diakses, dapat diprediksi, serta setara, khususnya bagi negara-negara berkembang.

Upaya tersebut dapat didorong melalui berbagai instrumen, termasuk penghapusan utang, pengembangan mekanisme pembiayaan yang inovatif, skema blended finance, serta pembiayaan untuk transisi yang berkeadilan.

Wakil Presiden sangat menekankan isu-isu yang menyangkut pembiayaan internasional ini juga sudah dibicarakan sebelumnya dan intinya negara-negara berkembang dan tentunya Indonesia sangat menekankan pembiayaan yang adil khususnya bagi negara berkembang.

Indonesia juga menampilkan solusi digital berbiaya rendah yang sudah terbukti efektif, salah satunya QRIS, yang kini telah diadopsi negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea.

Airlangga menyebut inovasi ini sebagai contoh nyata bagaimana digitalisasi mampu memperluas inklusi keuangan dan memperkuat kerja sama ekonomi regional.

Forum tersebut juga menyoroti Leaders' Report, yang mengungkap bahwa sekitar 720 juta penduduk dunia masih menghadapi kelaparan.

Indonesia menampilkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai contoh inisiatif nyata yang membantu ketahanan pangan, memberdayakan petani dan peternak, serta mendorong aktivitas ekonomi melalui rantai pasok nasional.

Ya.....Wapres Gibran Rakabuming telah menjalankan amanat Presiden Prabowo Subianto dengan tiga kali pidato di KTT G20. Menanggapi hal itu, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi memberikan komentar.

Hasan Nasbi menyebut Gibran mendapat kepercayaan dari Prabowo di kancah diplomasi. Komentar itu dituliskan Hasan Nasbi melalui akun X pribadinya yang menilai penugasan Gibran ke Afrika Selatan menjadi pesan untuk merontokkan kesombongan orang-orang di dalam negeri.

Hasan Nasbi mengibaratkan hal ini sebagai penghujaman petir ke sanubari para pembenci. Bahkan dia menyebut keangkuhan para pembenci Gibran mulai miring terkena badai. Sekaligus kasih pesan untuk merontokkan kesombongan orang2 sok paten di dalam negeri.

Menghujamkan petir ke sanubari para pembenci. Keangkuhan mereka mulai meliuk2 dan miring2 terkena badai." tulis Hasan Nasbi.

Bagaimana tidak, analis komunikasi politik Hendri Satrio berkomentar di balik penugasan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan itu, sejatinya Prabowo hanya ingin agar Gibran juga terlihat aktif berkontribusi nyata dalam menjalankan roda pemerintahan, bukan hanya sekadar menggantikan Prabowo menghadiri acara-acara seremonial.

Lebih dari itu, Hensa menilai langkah ini terlihat seperti upaya Prabowo memberikan kesempatan bagi Gibran untuk unjuk kemampuan di panggung internasional sekaligus menjawab keraguan publik terhadap kapasitasnya sebagai wakil presiden.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menuturkan Presiden Prabowo tidak dapat menghadiri KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 22–23 November 2025.

Menurut Teddy, keputusan itu diambil karena jadwal pertemuan para pemimpin dunia itu bertepatan dengan sejumlah agenda penting Presiden di dalam negeri.

Diketahui Gibran telah melakukan kunjungan kerja ke Afrika Selatan selama tiga hari, mulai 21-23 November 2025. Wapres mengikuti serangkaian kegiatan mulai dari acara Indonesia-Afrika CEO Forum hingga KTT G20. Gibran pun menyampaikan pidato dalam kedua acara itu. Bahkan, Gibran juga melakukan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara mitra.(@Ng).

Berita terkait

Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Bandara Pattimura Siapkan Lahan Jagung Pipil di Ambon

Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Bandara Pattimura Siapkan Lahan Jagung Pipil di Ambon

Spektrom - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah pusat di bidang ketahanan pangan nasional. Di Provinsi Maluku, upaya tersebut diwujudkan melalui langkah konkret Polsek Kawasan Bandara Pattimura (KBP) yang menggandeng Dinas Pertanian Provinsi Maluku untuk menyiapkan penanaman jagung pipil di lahan milik Polsek.

Eva Moenandar, Anggoro AP