Trending

GPI Siapkan Formula Ijtihad Pemuda Islam, Bidik Peran Strategis Menuju 2029

GPI Siapkan Formula Ijtihad Pemuda Islam, Bidik Peran Strategis Menuju 2029
Peserta Sidang Dewan Organisasi (SDO) GPI 2026 yang berlangsung 2–5 Oktober 2026 di Kota Bogor. (Foto: Humas)

Bogor - Spektroom : Gerakan Pemuda Islam (GPI) menutup Sidang Dewan Organisasi (SDO) 2026 di Bogor dengan sejumlah keputusan strategis yang tidak hanya berkaitan dengan pembenahan internal organisasi, tetapi juga merespons berbagai persoalan umat dan bangsa.

Forum yang berlangsung 2-5 Oktober 2026 di Aula Kodim 0606 Kota Bogor dan Balai Kota Bogor menghasilkan 15 rekomendasi strategis serta Formula Ijtihad Pemuda Islam sebagai pedoman GPI dalam membaca dinamika kebangsaan, termasuk menghadapi tahun politik 2029.

Ketua Steering Committee Milad dan SDO GPI 2026, Talimuddin Rumaratu, mengatakan SDO diarahkan untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus memastikan GPI memiliki sikap yang lebih jelas terhadap persoalan keumatan, kepemudaan dan kebangsaan.

“SDO tidak boleh berhenti sebagai forum administratif organisasi. Keputusan yang lahir harus menjadi pijakan untuk memperkuat kaderisasi, memperluas pengabdian dan memastikan GPI mampu memberikan jawaban terhadap persoalan umat dan bangsa,” kata Talimuddin, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, 15 rekomendasi tersebut mencakup bidang keislaman, pendidikan, kepemudaan, sosial dan kesejahteraan, ekonomi, ketenaga kerjaan, hukum, demokrasi, perempuan dan keluarga, lingkungan, teknologi digital, politik dan kebijakan publik, pembangunan daerah, kebudayaan, serta ketahanan pangan dan energi.

Dalam bidang kepemudaan, GPI menilai pemuda perlu ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek politik. Sementara di bidang ekonomi, perhatian diarahkan pada penguatan UMKM dan akses permodalan.

Persoalan pengangguran, pekerjaan informal serta kesenjangan kompetensi juga menjadi perhatian.
GPI turut menyoroti kerusakan lingkungan, pencemaran, hoaks, manipulasi informasi dan rendahnya literasi digital pemuda.

Ketimpangan pembangunan serta ancaman terhadap ketahanan pangan dan energi juga dinilai berkaitan dengan masa depan kedaulatan nasional.

Salah satu keputusan penting adalah Formula Ijtihad Pemuda Islam untuk membaca dinamika politik 2029. GPI menekankan pentingnya tabayyun, musyawarah, konstitusionalitas dan kebangsaan dalam menentukan sikap.

“Kesadaran politik tidak berarti organisasi menentukan pilihan politik setiap kader. Yang harus dibangun adalah kemampuan membaca persoalan, menguji informasi, memahami kepentingan bangsa dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” ujarnya.

SDO juga menetapkan Sumatera Utara sebagai tuan rumah Muktamar GPI ke-XII 2028, dengan Maluku sebagai alternatif.

Sementara rekomendasi perubahan AD/ART akan dibawa untuk disahkan dalam Muktamar tersebut.

Talimuddin menegaskan, keberhasilan SDO tidak diukur dari banyaknya dokumen yang dihasilkan, melainkan sejauh mana rekomendasi tersebut diterjemahkan menjadi program, gerakan kader dan pengabdian nyata di masyarakat.

Berita terkait

Pembinaan Pembalap Indonesia Jadi Fokus Jelang Final MotoGP Mandalika

Pembinaan Pembalap Indonesia Jadi Fokus Jelang Final MotoGP Mandalika

Lombok Tengah-Spektroom : Persiapan menuju balapan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi teknis sirkuit sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan pembalap Indonesia. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, dan Direktur Operasi Indonesia Tourism Development

Marsam Putrangga, Julianto