Gubernur Norsan: Jembatan Kecapah Harus Kokoh, Tak Boleh Lagi Terendam Banjir

Gubernur Norsan: Jembatan Kecapah Harus Kokoh, Tak Boleh Lagi Terendam Banjir
Gubernur Ria Norsan tampak serius memperhatikan kondisi jembatan Kecapah. (Foto : Diskominfotik Kapuas Hulu)

Spektroom – Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, bersama Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, meninjau langsung pembangunan Jembatan Kecapah di Kecamatan Semitau, Kapuas Hulu, dan merupakan rangkaian kunjungan kerjanya pada Pelaksanaan MTQ ke XXXIII .
Selasa (16/9/2025).

Kunjungan mendadak ini untuk meyakinkan Gubernur' agar jadi bukti bahwa jembatan tersebut prioritas keseriusan penanganan pemerintah daerah dalam menjawab persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Semitau dan sekitarnya.

Selama ini, banjir di sekitar Jembatan Kecapah membuat akses transportasi lumpuh total, distribusi barang tersendat, dan harga kebutuhan pokok ikut melonjak.

Gubernur Norsan mengatakan, proyek peningkatan Jembatan Kecapah sudah masuk daftar prioritas Pemprov Kalbar. Anggarannya dialokasikan lewat APBD tahun 2025.

“Daerah sekitar jembatan ini hampir setiap tahun banjir. Kendaraan sering tidak bisa melintas. Karena itu, pekerjaan yang sedang berlangsung adalah meninggikan elevasi jembatan, sekaligus mengganti konstruksi kayu lama dengan rangka baja yang lebih kokoh,” jelas Norsan.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di pedalaman dan daerah terpencil tetap menjadi fokus utama pemerintah provinsi.

“Kami akan mendahulukan daerah yang paling membutuhkan. Termasuk jalur menuju Suhaid, yang Insyaallah akan kita tangani lewat APBD Kalbar 2026,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemprov Kalbar. Menurutnya, kehadiran Jembatan Kecapah yang baru sangat ditunggu masyarakat.

“Setiap musim banjir, jembatan ini tidak bisa dilewati, terutama oleh kendaraan roda empat. Dampaknya harga sembako melonjak dan aktivitas ekonomi terganggu. Dengan anggaran Rp21,6 miliar yang digelontorkan, kami berharap masalah banjir bisa teratasi,” ujarnya.

Fransiskus juga mengingatkan, masih ada sejumlah jembatan kayu di jalur menuju Suhaid yang perlu diperhatikan.

“Kami berharap Pemprov bisa membantu lagi, karena jembatan-jembatan itu sangat vital bagi masyarakat,” pintanya.

Dalam peninjauan ini, tampak hadir Anggota DPRD Kalbar Wahyudin, perwakilan Dinas PUPR Kalbar dan Kapuas Hulu, serta jajaran Dinas Perhubungan Kapuas Hulu. Kehadiran mereka menandakan kuatnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.

Harapannya, Jembatan Kecapah tidak hanya mengurangi dampak banjir, tapi juga jadi penggerak ekonomi masyarakat. Dengan akses jalan yang lebih baik, roda perdagangan bisa berjalan lancar, harga kebutuhan lebih stabil, dan peluang usaha semakin terbuka.

“Kalau infrastrukturnya baik, tentu kualitas hidup masyarakat juga ikut meningkat,” tutup Norsan.

Berita terkait

Percepat Penanganan Putusnya Akses Lokop-Pining di Aceh Prioritaskan Mobilitas Warga

Percepat Penanganan Putusnya Akses Lokop-Pining di Aceh Prioritaskan Mobilitas Warga

Jakarta – Spektroom :Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendukung percepatan penanganan terganggunya akses transportasi pada jalur Lokop–Pining di Provinsi Aceh akibat abrasi sungai dan longsor yang dipicu curah hujan tinggi. Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas Masyarakat, sehingga langkah darurat diprioritaskan untuk membuka kembali akses dasar warga. Berdasarkan informasi lapangan, kerusakan terjadi

Nurana Diah Dhayanti
Wali Kota Ambon: Hardiknas 2026 Momentum Membangun SDM Unggul dan Sekolah Aman untuk Semua

Wali Kota Ambon: Hardiknas 2026 Momentum Membangun SDM Unggul dan Sekolah Aman untuk Semua

Ambon- Spektroom :Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 harus menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan berkarakter. Hal itu disampaikan Wattimena saat memimpin upacara Hardiknas di ruangruang ULA Pemerintah Kota Ambon, Senin (04/

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru