Gubernur NTB: SPPG di Pesantren Kunci Kemandirian Ekonomi Umat

Gubernur NTB: SPPG di Pesantren Kunci Kemandirian Ekonomi Umat
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Ketua Umum PB NU Pusat, KH. Yahya Cholil Staquf saat peresmian SPPG d Ponpes Darul Qur'an(foto Diskominpotik NTB)

Spektroom - Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tahap ke-4 di Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi digelar di Pondok Pesantren Darul Qur'an, Bengkel, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (21/2/2026). ​Agenda ini menandai peresmian 41 unit SPPG, yakni 36 unit berlokasi di wilayah NTB dan sisanya tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Jawa Barat. Program ini merupakan bagian dari penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masuk dalam jaringan Tim Konsultan dan Akselerasi program MBG dibentuk oleh PBNU. ​Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyoroti perubahan paradigma ekonomi yang dibawa oleh kehadiran SPPG. Menurutnya, pemerintah kini menggunakan "logika terbalik" dengan menciptakan permintaan (demand) terlebih dahulu di tingkat hilir sebelum membenahi sisi hulu. ​"Dulu, petani sering ragu menanam sayur atau memelihara ikan karena takut tidak ada pembeli atau harga anjlok saat panen. Hari ini, Presiden menciptakan permintaannya dulu melalui MBG. Sekarang di pasar, pedagang sayur sudah punya posisi tawar tinggi karena barang mereka pasti diborong untuk kebutuhan gizi ini," ujarnya. Meski disambut positif, tingginya permintaan ini memicu tantangan baru berupa kenaikan harga akibat kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan (supply). Gubernur mengakui bahwa saat ini masyarakat mulai merasakan kenaikan inflasi. ​"Ini bukan salah program MBG-nya, tapi kita yang harus lebih cepat mengantisipasi ketersediaan pasokan. Karena itu, mulai Mei mendatang, Pemprov NTB akan melakukan investasi besar-besaran untuk meningkatkan produksi pangan masyarakat," tambahnya. ​Langkah konkret yang akan diambil meliputi pengembangan greenhouse untuk sayuran skala kolektif maupun rumah tangga, budidaya ikan (nila, patin, dan ikan laut) dengan sistem bioflok, hingga optimalisasi ayam petelur. Selain urusan gizi, Lalu Iqbal menekankan pentingnya peran pesantren dalam mengelola SPPG. Ia melihat peluang besar bagi pesantren untuk mencapai kemandirian finansial dan menciptakan ekosistem ekonomi tertutup (closed-loop ecosystem). ​"Pesantren tidak perlu lagi bergantung pada bantuan luar karena punya penghasilan tetap (fixed income) dari SPPG. Jika jamaah diberdayakan untuk memelihara ayam petelur atau menanam cabai, maka kebutuhan dapur SPPG bisa terpenuhi dari internal mereka sendiri," jelasnya. ​Ia berharap ke depannya pesantren tidak hanya mengelola dapur, tetapi juga merambah ke industri derivatif seperti pabrik roti hingga peternakan sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu. Sebelumnya Ketua Umum PB NU Pusat, KH. Yahya Cholil Staquf mengatakan peresmian 41 SPPG ini masuk dalam jaringan Tim Konsultan dan Akselerasi program MBG yang dibentuk oleh PB NU. "Jadi sekarang sudah mencapai hampir 200 SPPG yang sudah beroperasi dan sekian ratus lagi sedang berproses dalam sistem BGN sehingga tidak terlalu lama target 1.000 SPPG yang sudah dicanangkan bersama Ketua BGN bisa tercapai," ungkapnya.

Berita terkait

Rakor Bersama Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam, Sinkronkan Program dan Percepat Pemulihan Pascabencana

Rakor Bersama Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam, Sinkronkan Program dan Percepat Pemulihan Pascabencana

Spektroom - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memimpin rapat koordinasi (Rakor) antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kabupaten Agam di Balerong Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Sabtu (21/2/2026). Rapat tersebut membahas berbagai isu krusial daerah, mulai dari kebencanaan, infrastruktur, pertanian, perekonomian, pariwisata, hingga kesiapan

Rafles
Kemendagri Apresiasi Leadership Camp Sulsel, Selaras Dengan Asta Cita

Kemendagri Apresiasi Leadership Camp Sulsel, Selaras Dengan Asta Cita

Spektroom - Penguatan kepemimpinan aparatur sipil negara tidak hanya berbicara tentang kapasitas individu, tetapi juga tentang kemampuan menyelaraskan arah kebijakan nasional dan daerah. Inilah makna strategis yang mengemuka dalam pelaksanaan Ramadhan Leadership Camp Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026, yang dinilai sebagai langkah konkret memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam

Yahya Patta, Anggoro AP
Wagub Vasko Ruseimy: Sumbar Masuki Fase Rehabilitasi dan Pemulihan Ekonomi Pascabencana

Wagub Vasko Ruseimy: Sumbar Masuki Fase Rehabilitasi dan Pemulihan Ekonomi Pascabencana

Spektroom — Pascadilanda bencana hidrometeorologi, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menyebut Sumbar kini memasuki masa transisi, yakni peralihan dari penanganan darurat menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurutnya, pada fase ini tantangan yang dihadapi tidak ringan. Selain membutuhkan dukungan anggaran yang besar untuk membangun kembali infrastruktur terdampak, pemulihan ekonomi

Rafles