Gubernur Pramono : PAM Jaya Harus Independen Wujudkan Jakarta Bebas Air Tanah

Gubernur Pramono : PAM Jaya Harus Independen Wujudkan Jakarta Bebas Air Tanah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan sambutan saat acara Jakarta Water Hero 2026 yang digelar di halaman Balai Kota DKI Jakarta. (Foto: Kominfotik DKI Jakarta).

Jakarta - Spektroom: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat perluasan layanan air bersih perpipaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah. Sekarang capaian PAM Jaya sudah mencapai 82 persen. Pada tahun 2029 target layanan air bersih 100 persen untuk seluruh warga Jakarta dapat diwujudkan.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri acara Jakarta Water Hero 2026 yang digelar di halaman Balai Kota DKI Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (27/6/2026). 

Ia, memberikan apresiasi kepada jajaran PAM Jaya yang dinilai berhasil memperluas jaringan perpipaan sekaligus mendorong masyarakat beralih dari penggunaan air tanah ke layanan air perpipaan yang lebih aman dan berkelanjutan. Capaian keberhasilan tersebut harus diiringi dengan tata kelola perusahaan yang profesional.

"Karena itu, agar seluruh proses pengelolaan PAM Jaya berjalan secara independen tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun. Profesionalisme menjadi kunci agar perusahaan daerah tersebut mampu menjaga kualitas pelayanan sekaligus mencapai target pembangunan infrastruktur air bersih yang telah ditetapkan," ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur juga meminta PAM Jaya tetap menjalankan fungsi sosialnya melalui berbagai program yang berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satunya melalui program Kartu Air Sehat yang memberikan kemudahan akses air bersih bagi warga kurang mampu.

"Kalau PAM Jaya memang programnya memberikan layanan air kepada masyarakat yang tidak mampu, itu sudah sejalan dengan semangat pelayanan publik yang harus terus dijaga," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan pihaknya terus mempercepat pembangunan jaringan distribusi air bersih di berbagai wilayah Jakarta. Hingga kini, panjang jaringan perpipaan yang telah terpasang mencapai sekitar 13.200 kilometer. Sepanjang tahun ini PAM Jaya telah menambah sekitar 1.200 kilometer jaringan pipa baru sebagai bagian dari percepatan layanan menuju cakupan 100 persen.

"Konstruksi pipa yang sudah tertanam tahun ini kurang lebih mencapai 1.200 kilometer. Total jaringan pipa PAM Jaya saat ini sekitar 13.200 kilometer yang tersebar di Jakarta," ujarnya.

Meski demikian, ia, mengakui masih terdapat sekitar 2.000 kilometer jaringan perpipaan yang harus dibangun hingga 2029 agar seluruh wilayah Jakarta dapat menikmati layanan air bersih perpipaan secara merata. Untuk mendukung target tersebut, PAM Jaya juga menyiapkan berbagai inovasi pengembangan infrastruktur.

"Salah satunya adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di wilayah Jakarta Barat yang akan memperkuat kapasitas produksi air bersih.
Selain itu, PAM Jaya juga akan membangun embung di kawasan Angke. Keberadaan embung diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pasokan air sekaligus menjadi salah satu langkah adaptasi terhadap perubahan iklim," jelasnya.

Bentuk dukungan kepada masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan menjaga ketersediaan air di kawasan yang jauh dari jaringan penguat tekanan (booster), PAM Jaya juga akan membagikan ribuan toren air kepada warga.

"Pada 2027, menargetkan penyaluran sekitar 7.000 hingga 10.000 unit toren. Program tersebut diharapkan membantu warga menyimpan pasokan air pada malam hari sehingga dapat digunakan memenuhi kebutuhan rumah tangga pada pagi hari," ucapnya.

Arief Nasrudin, optimis, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM Jaya, target layanan air bersih perpipaan 100 persen pada 2029 dapat tercapai, sekaligus mendukung pengurangan eksploitasi air tanah.

Berita terkait

Menteri Agama KH Nasaruddin Umar Terkesan Kearifan Lokal dan Nuansa Keagamaan di Kuantan Singingi

Menteri Agama KH Nasaruddin Umar Terkesan Kearifan Lokal dan Nuansa Keagamaan di Kuantan Singingi

Teluk Kuantan-Spektroom : Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar menyampaikan kesan mendalam terhadap kearifan budaya dan kuatnya nuansa keagamaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi saat menghadiri rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau di Teluk Kuantan, Sabtu (27/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Menag juga melepas secara

Salman Nurmin, Rafles
Kasus Dugaan Penyekapan di Bandung Jadi Pengingat Pentingnya Waspada di Ruang Digital

Kasus Dugaan Penyekapan di Bandung Jadi Pengingat Pentingnya Waspada di Ruang Digital

Jakarta - Spektroom : Pemerintah menyampaikan keprihatinan atas kasus dugaan penyekapan dan kekerasan di Bandung yang diduga berawal dari perkenalan melalui aplikasi kencan berbasis lokasi. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, kasus yang masih ditangani aparat penegak hukum itu menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada dalam berinteraksi di ruang

Diah Utami, Rafles
MTQ Riau ke-44 Jadi Ajang Silaturrahmi Terbesar, Bupati Suhardiman Ajak Masyarakat Kuansing Sambut Tamu Dengan Keramahan Negeri Jalur

MTQ Riau ke-44 Jadi Ajang Silaturrahmi Terbesar, Bupati Suhardiman Ajak Masyarakat Kuansing Sambut Tamu Dengan Keramahan Negeri Jalur

Teluk Kuantan-Spektroom : Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tidak hanya bersiap menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026, tetapi juga menjadi pusat silaturahmi terbesar masyarakat Riau. Ribuan peserta, official, dewan hakim, tokoh agama, kepala daerah hingga Menteri Agama Republik Indonesia dijadwalkan hadir dalam perhelatan akbar yang

Salman Nurmin, Rafles